Presiden Prabowo Subianto menyatakan rasa senang terhadap kinerja Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini dikarenakan BMKG kini menjadi mentor bagi negara-negara lain dalam hal penanganan kebencanaan.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan gempa NTT yang berlangsung di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/8).
"Saya kira di bidang gempa sama gunung berapi mungkin Indonesia yang paling ahli mungkin, ya," ujar Prabowo setelah mendengarkan paparan dari Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.
Gas Metana Picu Kebakaran TPA Nangkaleah Tasikmalaya, Api Belum Padam setelah 21 Jam

Dalam laporannya, Faisal menjelaskan bahwa banyak negara yang meminta pendampingan dari BMKG terkait potensi kebencanaan. Salah satu langkah yang telah berjalan adalah kunjungan dari Menteri Perhubungan Timor Leste beserta jajarannya ke kantor BMKG. Mereka datang untuk mendapatkan dukungan dari Indonesia guna memperkuat bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika di Timor Leste.
Sebelumnya, Timor Leste mendapatkan bantuan di bidang tersebut dari Australia. Kini, Indonesia telah mulai menempatkan staf BMKG di Timor Leste selama setahun penuh. Selain Timor Leste, BMKG juga memberikan dukungan serupa untuk negara-negara di kawasan Oseania, seperti Fiji dan Tonga, karena kemampuan pemantauan serta penanganan bencana BMKG dinilai sudah lebih maju.
Mendagri Usul Pengurusan Dokumen Berharga Korban Gempa NTT Digratiskan

Dalam rapat koordinasi yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut memastikan langkah percepatan untuk layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk), penerbitan dokumen secara gratis, serta optimalisasi penyaluran Bantuan Presiden di wilayah terdampak.






