Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi secara resmi menyerahkan bantuan gempa berupa kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak yang terdampak bencana di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini menjadi perkembangan penting di tengah kondisi darurat yang dihadapi puluhan ribu pengungsi di wilayah tersebut.
Sebelum bantuan ini tiba, puluhan ribu warga harus bertahan di posko darurat dengan keterbatasan logistik khusus. Berdasarkan data per Senin (24/8) malam, sebanyak 31.657 jiwa di Kabupaten Manggarai Timur masih berada di tempat pengungsian. Para pengungsi ini tersebar di tiga posko yang dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta 661 posko mandiri yang didirikan secara swadaya oleh masyarakat.
Dampak bencana ini sangat dirasakan oleh kelompok rentan. Dari total 34 korban meninggal dunia yang tercatat di Manggarai Timur, mayoritas di antaranya merupakan anak-anak dan perempuan. Kepala Dinas PPPA Kabupaten Manggarai Timur, Pranata Kristiani Agas, memaparkan bahwa kelompok rentan terdampak mencakup 12.725 perempuan, 6.972 anak-anak, 1.635 lanjut usia, serta 19 penyandang disabilitas. Selama berada di pengungsian, kebutuhan mendesak berupa perlengkapan kebersihan diri (dignity set) dan perlengkapan anak (kids set) menjadi hal yang paling dibutuhkan.
4 Warga Balikpapan Ditangkap karena Diduga Curi Kabel Tembaga di Kawasan IKN

Guna mengatasi masalah tersebut, Kementerian PPPA menyalurkan bantuan spesifik yang mencakup pakaian tidur, pembalut wanita, popok, susu, makanan bayi, biskuit, hingga bubur bayi. Sebelum penyaluran dilakukan, kementerian telah berkoordinasi dengan Dinas PPPA Provinsi NTT beserta tujuh kabupaten terdampak untuk memetakan kondisi riil masyarakat.
Meski demikian, pengiriman logistik masih menghadapi tantangan di lapangan. Dari total sekitar 30 ton bantuan yang berhasil dihimpun, belum seluruhnya dapat dikirimkan ke NTT karena adanya keterbatasan sarana transportasi.
Gas Metana Picu Kebakaran TPA Nangkaleah Tasikmalaya, Api Belum Padam setelah 21 Jam

Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, turut mengawal pemulihan ini. Kementerian PPPA kini menargetkan seluruh proses penanganan bencana bagi korban terdampak dapat dituntaskan sepenuhnya dalam dua pekan ke depan.






