apriniageosat.co.id
HomeNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Home/Politik

Peringatan Tiga Dekade Kudatuli Menjadi Refleksi Perjuangan Demokrasi dan Kebebasan Pers

Andi TobanPublished 28 Jul 2026 - 18.40 路 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Peringatan Tiga Dekade Kudatuli Menjadi Refleksi Perjuangan Demokrasi dan Kebebasan Pers
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Tiga dekade telah berlalu sejak peristiwa berdarah 27 Juli 1996, yang lebih dikenal sebagai Kudatuli. Tragedi penyerangan kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, kini kembali dihidupkan dalam ingatan publik melalui Pameran Sejarah dan Arsip Foto bertajuk "Meretas Jalan Demokrasi". Diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, mulai 21 hingga 28 Juli 2026, pameran ini menjadi ruang kontemplasi untuk merefleksikan bagaimana demokrasi Indonesia lahir dari puing-puing otoritarianisme Orde Baru. Tragedi yang merenggut lima korban jiwa, melukai 149 orang, dan menyebabkan 23 orang hilang tersebut tetap menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan struktural.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, tampak tertegun saat memandangi deretan foto yang merekam momen kelam tersebut. Didampingi putranya, M. Prananda Prabowo, Megawati mengenang kembali masa-masa sulit ketika dirinya harus menghadapi tekanan hebat dari aparat keamanan, termasuk menjalani pemeriksaan berulang kali pasca-kejadian. Baginya, kantor partai yang sah secara hukum justru diserang oleh kekuatan yang seharusnya melindungi. Sebagai pengingat bagi generasi muda, Megawati menorehkan pesan mendalam di dinding pameran, menegaskan bahwa keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran adalah kunci untuk memenangkan kebenaran.

Also Read

Ganjar Pranowo Tanggapi Santai Rencana Kaesang Nyaleg di Basis Puan Maharani

Ganjar Pranowo Tanggapi Santai Rencana Kaesang Nyaleg di Basis Puan Maharani

Upaya merawat ingatan kolektif ini tidak berhenti pada pameran foto semata. Bendahara Umum DPP PDIP, Olly Dondokambey, menjelaskan bahwa partai juga bersiap mendirikan monumen peringatan Kudatuli serta menggelar aksi tabur bunga pada puncak peringatan tanggal 27 Juli 2026. Kehadiran para korban dalam acara tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk memahami konteks sejarah reformasi secara utuh. Menurut Olly, monumen dan pameran ini penting untuk memperlihatkan bagaimana sebuah gerakan reformasi lahir sebagai reaksi atas kekuasaan yang sangat represif pada masa itu.

Di balik peristiwa politik tersebut, media massa kala itu juga harus bertarung di ruang redaksi yang penuh tekanan. Mantan jurnalis harian Bernas, Willy Pramudya, menceritakan betapa ketatnya sensor mandiri yang harus diterapkan demi keselamatan. Salah satu bentuk sensor yang paling mencolok adalah larangan penggunaan nama "Megawati Soekarnoputri" dalam pemberitaan, di mana media dipaksa menuliskan nama "Megawati Taufiq Kiemas". Senada dengan Willy, jurnalis senior Widiarsi Agustina mengungkapkan bahwa kontrol pemerintah kala itu sangat ketat, mencakup pilihan kata hingga pembatasan liputan persidangan kasus Kudatuli. Namun, independensi pers tetap dipertahankan dengan berpegang teguh pada fakta lapangan.

Also Read

Upaya Harita Nickel Menembus Rantai Pasok Global Lewat Sertifikasi ESG

Upaya Harita Nickel Menembus Rantai Pasok Global Lewat Sertifikasi ESG

Refleksi 30 tahun Kudatuli juga menyoroti bagaimana pola represi terhadap kebebasan berpendapat telah bermutasi. Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika, mengingatkan bahwa ancaman terhadap jurnalisme hari ini tidak lagi berupa sensor fisik yang kasat mata seperti era Orde Baru. Tekanan masa kini telah bergeser ke ruang digital dalam bentuk serangan siber DDoS, doxing, dan intimidasi digital lainnya. Menutup diskusi reflektif tersebut, pemikir kebhinekaan Sukidi Mulyadi mengingatkan bahwa sejarah memiliki pola yang sering kali berulang. Memahami Kudatuli bukan sekadar mengingat luka lama, melainkan membaca tanda-tanda zaman agar otoritarianisme tidak kembali tumbuh dengan wajah baru.

Follow apriniageosat.co.id

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

KudatuliPDI Perjuangankebebasan perssejarahdemokrasi

Berita Terbaru Lainnya

Pertamina Pacu Distribusi B50 untuk Kurangi Ketergantungan Impor MinyakDestry Damayanti Pimpin Sementara Bank Indonesia demi Jaga Stabilitas RupiahDPR Pastikan Stabilitas Rupiah Aman Setelah Perry Warjiyo Mundur dari Bank IndonesiaPresiden Prabowo Kumpulkan Anggota KSSK di Istana Negara Bahas Situasi Ekonomi TerkiniIndustri Perbankan Tetap Tenang Pasca Pengunduran Diri Perry WarjiyoInvestor Asing Diam-Diam Koleksi Saham Pilihan Saat IHSG Tertekan Sentimen Bank IndonesiaMenelusuri Sejarah Hari Bhakti TNI AU Lewat Kampanye Digital 29 Juli 2026Menjaga Nyala Musik Analog dan Ruang Hangat di DU68 Bandung

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap