apriniageosat.co.id
HomeNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Home/Ekonomi

Upaya Harita Nickel Menembus Rantai Pasok Global Lewat Sertifikasi ESG

Parlin SinagaPublished 28 Jul 2026 - 18.45 路 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Upaya Harita Nickel Menembus Rantai Pasok Global Lewat Sertifikasi ESG
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Era komoditas tambang tanpa asal-usul yang jelas kini telah berakhir. Pasar internasional tidak lagi sekadar mencari nikel dengan kadar kemurnian tinggi, melainkan menuntut bukti nyata bahwa seluruh proses produksinya menghormati hak asasi manusia, menjaga kelestarian alam, dan memiliki tata kelola yang bersih. Di tengah ketatnya persyaratan global ini, sertifikasi Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjelma menjadi semacam paspor wajib bagi para produsen nikel yang ingin menembus rantai pasok industri kendaraan listrik dunia.

Menjawab tantangan tersebut, Harita Nickel mengambil langkah progresif dengan mengajukan sertifikasi internasional melalui skema Responsible Minerals Assurance Process (RMAP), RMAP+, serta audit dari Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA). Langkah ini menempatkan mereka sebagai pionir di industri pertambangan Indonesia dalam mengadopsi standar kepatuhan global yang ketat tersebut. Perusahaan menargetkan sertifikasi RMAP dan RMAP+ ini dapat dirilis pada tahun 2026.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Manajer Keberlanjutan Harita Nickel, Eryawan Taruna, menjelaskan bahwa proses sertifikasi ini mencakup beberapa unit bisnis strategis. Sertifikat RMAP disiapkan untuk Halmahera Jaya Feronikel (HJF), Halmahera Persada Lygend (HPAL), dan Obi Nickel Cobalt (ONC), sementara RMAP+ akan diterapkan khusus untuk HPAL dan ONC. Menurut Eryawan, sistem evaluasi keduanya berbeda; RMAP menggunakan penilaian lulus atau tidak lulus berdasarkan standar tertentu, sedangkan RMAP+ menerapkan sistem penilaian berbasis skor.

Also Read

Ekspor Nikel dan Timah Terhambat Aturan Logam Tanah Jarang yang Belum Jelas

Ekspor Nikel dan Timah Terhambat Aturan Logam Tanah Jarang yang Belum Jelas

Namun, perjalanan menuju operasional yang berkelanjutan ini tidak berhenti di lingkup internal perusahaan. Tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana menyelaraskan visi ini dengan para mitra bisnis dan pemasok lokal. Harita Nickel kini mewajibkan seluruh rantai pasoknya untuk menerapkan standar ESG yang setara. Melalui penerapan sistem uji tuntas (due diligence), penyaringan ketat, hingga program pelatihan dan pendampingan, perusahaan berupaya menyeret ekosistem pendukungnya untuk naik kelas bersama-sama.

Tekanan untuk membenahi tata kelola ini memang tidak bisa dihindari seiring dengan ketatnya regulasi di negara-negara tujuan ekspor. Uni Eropa, misalnya, telah menerapkan aturan ketat seperti EU Battery Passport yang menuntut transparansi penuh atas jejak karbon dan asal-usul material baterai. Tak mau kalah, Cina yang merupakan konsumen nikel terbesar dunia juga mulai mengembangkan sistem keterlacakan serupa. Kepatuhan terhadap RMAP dan IRMA pun menjadi modal vital agar produk hilirisasi nikel asal Indonesia tetap memiliki daya saing dan diterima oleh produsen otomotif global.

Also Read

Pertamina Pacu Distribusi B50 untuk Kurangi Ketergantungan Impor Minyak

Pertamina Pacu Distribusi B50 untuk Kurangi Ketergantungan Impor Minyak

Upaya transformasi ini mendapat apresiasi dari Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI). Wakil Ketua PERHAPI, Resvani, mengakui bahwa mendapatkan pengakuan dari lembaga sertifikasi global seperti RMAP dan IRMA bukanlah perkara mudah karena membutuhkan pembenahan tata kelola yang menyeluruh dan konsisten. Keberhasilan menembus standar ini diharapkan mampu mematahkan stigma negatif yang selama ini kerap menyudutkan industri nikel Indonesia. Dengan sertifikasi ini, Indonesia dapat membuktikan kepada dunia bahwa pengelolaan sumber daya alamnya kini bergerak ke arah yang lebih transparan dan bertanggung jawab.

Follow apriniageosat.co.id

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

Harita NickelSertifikasi ESGIndustri NikelPertambangan BerkelanjutanRantai Pasok Global

Berita Terbaru Lainnya

Ekspor Nikel dan Timah Terhambat Aturan Logam Tanah Jarang yang Belum JelasPertamina Pacu Distribusi B50 untuk Kurangi Ketergantungan Impor MinyakDestry Damayanti Pimpin Sementara Bank Indonesia demi Jaga Stabilitas RupiahDPR Pastikan Stabilitas Rupiah Aman Setelah Perry Warjiyo Mundur dari Bank IndonesiaPresiden Prabowo Kumpulkan Anggota KSSK di Istana Negara Bahas Situasi Ekonomi TerkiniIndustri Perbankan Tetap Tenang Pasca Pengunduran Diri Perry WarjiyoInvestor Asing Diam-Diam Koleksi Saham Pilihan Saat IHSG Tertekan Sentimen Bank IndonesiaMenelusuri Sejarah Hari Bhakti TNI AU Lewat Kampanye Digital 29 Juli 2026

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap