Tim nasional putri Indonesia, Garuda Pertiwi, harus mengakui keunggulan Tailan setelah kalah dengan skor tipis 0-1 pada babak final Srikandi Merdeka Cup 2026, Minggu (23/8). Kendati mengalami kekalahan di partai puncak, pelatih Garuda Pertiwi, Timo Scheuneman, menilai performa tim asuhannya tidak kalah jauh dari sang lawan.
Timo Scheuneman menjelaskan bahwa anak-anak asuhnya mampu memberikan perlawanan sengit terhadap skuad Tailan yang dilatih oleh Thidarat Wiwasukhu.
Penguasaan Bola dan Jalannya Laga Final
Dalam pertandingan final yang berlangsung sengit tersebut, gawang Indonesia harus kebobolan pada pertengahan babak pertama. Satu-satunya gol penentu kemenangan Tailan dicetak oleh Kawinthida Kikuntod pada menit ke-23 melalui skema eksekusi bola mati. Meskipun tertinggal, skuad Garuda Pertiwi terus berupaya bangkit dan memberikan tekanan ke lini pertahanan lawan.
Menurut Timo Scheuneman, dari segi permainan, Indonesia sebenarnya mampu mengimbangi kekuatan Tailan secara kompetitif. Hal ini dibuktikan dengan catatan statistik yang menunjukkan bahwa Indonesia berhasil merekam penguasaan bola sebesar 51% sepanjang pertandingan melawan Tailan. Bahkan, pada momen-momen tertentu di dalam laga tersebut, dominasi penguasaan bola Indonesia sempat menyentuh angka hingga 53 persen.
Deretan Karakter One Piece yang Belum Bisa Dikalahkan Luffy

Perlawanan sengit yang ditunjukkan oleh para pemain Indonesia, termasuk kontribusi dari pemain muda seperti Ayla Dva Khala Ahisma, memperlihatkan bahwa jarak kualitas antara kedua tim tidak terpaut jauh, meskipun hasil akhir belum berpihak pada Garuda Pertiwi.
Ujian Fisik Skuad Muda Indonesia
Pencapaian hingga babak final ini menjadi catatan penting bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia. Terlebih lagi, skuad yang dibawa oleh Timo Scheuneman harus menghadapi jadwal turnamen yang sangat padat. Garuda Pertiwi tercatat harus memainkan sebanyak lima pertandingan hanya dalam kurun waktu 10 hari selama turnamen berlangsung.
Tantangan fisik ini menjadi semakin berat lantaran materi pemain yang diturunkan mayoritas masih berusia sangat muda. Para pemain yang berjuang di lapangan dalam jadwal padat tersebut rata-rata baru berusia 14 hingga 16 tahun. Ketahanan fisik serta mental bertanding mereka diuji secara maksimal sepanjang gelaran kompetisi ini.
Pascagempa NTT, 28 Bangunan RSUD Ende Dinyatakan Layak Digunakan Kembali

Perjalanan Garuda Pertiwi Menuju Final
Sebelum melangkah ke partai puncak untuk menghadapi tim asuhan Thidarat Wiwasukhu, Garuda Pertiwi telah melewati serangkaian pertandingan penting dengan hasil yang mengesankan. Perjalanan mereka dimulai dari fase grup, di mana Indonesia tergabung dalam Grup A.
Pada laga perdana Grup A yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, pada Jumat (14/8), Garuda Pertiwi langsung tampil mendominasi dan sukses memetik kemenangan telak 7-0 atas Timnas Putri U-16 Arab Saudi. Kemenangan besar ini menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan diri tim.
Setelah melewati fase grup, ketangguhan Indonesia kembali teruji di fase gugur. Timnas U-16 putri Indonesia akhirnya memastikan tiket ke babak final Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah menyudahi perlawanan Yordania dengan kemenangan telak tiga gol tanpa balas, atau dengan skor akhir 3-0. Perjalanan impresif ini membuktikan potensi besar yang dimiliki oleh masa depan sepak bola putri Indonesia.






