PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), perusahaan yang dimiliki oleh konglomerat Prajogo Pangestu, telah menandatangani kesepakatan besar senilai Rp3,6 triliun. Melalui langkah strategis ini, Chandra Asri caplok diler mobil mewah di Singapura-Malaysia dengan mengakuisisi Cycle & Carriage.
Cycle & Carriage merupakan salah satu grup otomotif legendaris yang memiliki sejarah panjang di kawasan Asia Tenggara sejak tahun 1899. Akuisisi ini menandai ekspansi baru bagi portofolio bisnis yang berada di bawah naungan grup usaha Prajogo Pangestu.
Meskipun kesepakatan bernilai triliunan rupiah ini telah ditandatangani, proses transaksi belum sepenuhnya selesai. Keberhasilan penyelesaian akuisisi ini masih bergantung pada persetujuan dari pihak Original Equipment Manufacturer (OEM) serta pemenuhan beberapa persyaratan penting lainnya yang berlaku dalam kesepakatan tersebut.
Rekam Jejak Bisnis Prajogo Pangestu
Sosok di balik ekspansi besar ini, Prajogo Pangestu, memiliki rekam jejak panjang di dunia bisnis Indonesia. Lahir di Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 13 Mei 1944 dengan nama kecil Phang Djun Phen atau yang akrab disapa A Phen, Prajogo kini menetap di Jakarta. Ia menikah dengan Herlina Tjandinegara dan dikaruniai tiga orang anak.
Kemensos Serahkan Santunan Rp15 Juta per Orang untuk Ahli Waris Korban Gempa Nagekeo

Perjalanan hidup Prajogo dimulai dari latar belakang yang sederhana. Ia hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat sekolah menengah pertama di SMP Nan Hua Singkawang, Kalimantan Barat. Sebelum membangun imperium bisnisnya, ia bahkan pernah bekerja sebagai sopir angkutan umum untuk rute Singkawang-Pontianak.
Prajogo mulai merintis lini bisnisnya sejak tahun 1970. Salah satu tonggak awalnya adalah mendirikan Barito Pacific Timber, sebuah perusahaan kayu yang kemudian melantai di bursa saham (go public) pada tahun 1993. Perusahaan tersebut di kemudian hari berganti nama menjadi Barito Pacific.
Gurita Bisnis dari Petrokimia hingga Energi
Langkah bisnis Prajogo terus berkembang pesat ketika ia mengakuisisi 70% saham Chandra Asri. Perusahaan tersebut kemudian digabungkan (merger) dengan Tri Polyta Indonesia, yang merupakan produsen petrokimia terbesar di Indonesia.
Siaran Langsung Newcastle vs Liverpool Liga Inggris 2026/2027 di Vidio

Selain sektor petrokimia, Prajogo melebarkan sayapnya ke sektor energi dan pertambangan. Ia mendirikan Petrindo Jaya Kreasi yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, serta Barito Renewables Energy yang berfokus pada penyediaan energi terbarukan.
Di sektor otomotif sendiri, Prajogo memiliki pengalaman historis sebagai mantan anggota Dewan Komisaris PT Astra International Tbk. Kini, melalui Chandra Asri, ia memperluas jangkauan bisnisnya ke pasar distribusi kendaraan mewah di Singapura dan Malaysia melalui akuisisi Cycle & Carriage.






