JAKARTA — PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) membukukan peningkatan pada jumlah rekening valuta asing (valas). Direktur Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga, Noviady Wahyudi, menyampaikan hal tersebut di sela-sela acara CIMB Niaga Wealth Xpo di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, pada Rabu (26/8/2026).
Noviady menjelaskan bahwa total dana maupun jumlah rekening valas di bank swasta terbesar kedua di Indonesia ini tumbuh di atas 20%. Tren kenaikan ini tercatat sudah berlangsung selama 24 bulan terakhir.
Pertumbuhan simpanan valas tersebut salah satunya didorong oleh ketertarikan generasi muda dalam membeli mata uang asing. Kebutuhan masyarakat terhadap valas kini kian beragam, termasuk untuk keperluan perjalanan atau traveling. Selain itu, ekspansi valas di CIMB Niaga tidak hanya berpusat pada dolar AS, melainkan juga mencakup mata uang lain seperti ringgit Malaysia, won Korea, hingga yuan China.
BRI Private Hadirkan AMORA Special Offer 2026, Nasabah Bisa Dapat Reward hingga 12 Persen

Untuk mempermudah nasabah, CIMB Niaga menyediakan fasilitas transaksi valas lewat aplikasi OCTO Mobile. Layanan perbankan digital ini mempermudah nasabah untuk memantau nilai kurs dan melakukan transaksi konversi dana secara langsung untuk segera digunakan. Melalui aplikasi tersebut, CIMB Niaga menawarkan jaminan nilai tukar (rate guaranteed) dengan komitmen membayar selisihnya hingga tiga kali lipat jika nasabah menemukan rate yang lebih menguntungkan di tempat lain.
Secara industri, peningkatan rekening valas ini didominasi oleh segmen nasabah kaya atau kelompok affluent. Data distribusi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juni 2026 menunjukkan jumlah rekening dolar AS tumbuh sebesar 185,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).
BNI wondrX 2026 Tarik 100 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp2,73 T

Secara keseluruhan, nominal tabungan mata uang asing di industri perbankan tumbuh dua digit mencapai Rp1.741,46 triliun, atau meningkat 19,5% yoy.
Terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 yang mewajibkan penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sebesar 100% di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mulai 1 Juni 2026, Noviady menyebut regulasi itu lebih berdampak pada rekening valas non-ritel. Di sisi lain, minat nasabah individu untuk menabung valas terpantau tidak berubah dan tetap menunjukkan ketertarikan yang sama.






