Pemerintah Spanyol menyatakan telah berhasil membalikkan gelombang besar migran yang berusaha menembus wilayah kantong mereka di Afrika Utara, Ceuta. Peristiwa penyeberangan massal yang berlangsung sejak Kamis, 27 Juni 2026, pukul 09.00 pagi waktu setempat ini tidak hanya memicu krisis kemanusiaan yang mendalam tetapi juga menyulut ketegangan politik di kawasan Eropa. Setidaknya 57 jenazah dilaporkan telah ditemukan oleh otoritas Spanyol di area perbatasan.
Berdasarkan keterangan pihak berwenang, para korban yang tewas kehilangan nyawa akibat tenggelam di laut. Sebagian lainnya dilaporkan tewas karena terinjak-injak saat ribuan orang berdesakan memanjat pemecah ombak yang menjadi penopang pagar pembatas antara wilayah








