apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/General News

Krisis Migran di Ceuta, Puluhan Ribu Orang Seberangi Perbatasan Spanyol, 57 Tewas

Agus CahyonoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 20.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Krisis Migran di Ceuta, Puluhan Ribu Orang Seberangi Perbatasan Spanyol, 57 Tewas
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Spanyol menyatakan telah berhasil membalikkan gelombang besar migran yang berusaha menembus wilayah kantong mereka di Afrika Utara, Ceuta. Peristiwa penyeberangan massal yang berlangsung sejak Kamis, 27 Juni 2026, pukul 09.00 pagi waktu setempat ini tidak hanya memicu krisis kemanusiaan yang mendalam tetapi juga menyulut ketegangan politik di kawasan Eropa. Setidaknya 57 jenazah dilaporkan telah ditemukan oleh otoritas Spanyol di area perbatasan.

Berdasarkan keterangan pihak berwenang, para korban yang tewas kehilangan nyawa akibat tenggelam di laut. Sebagian lainnya dilaporkan tewas karena terinjak-injak saat ribuan orang berdesakan memanjat pemecah ombak yang menjadi penopang pagar pembatas antara wilayah

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Maroko
dan wilayah otonom Spanyol tersebut. Skala penyeberangan ini sangat masif; Kementerian Dalam Negeri Spanyol mencatat sekitar 50.000 orang telah memasuki Ceuta sejak Kamis pagi. Sementara itu, Kepala Pemerintahan Lokal Ceuta, Juan Jesus Vivas, memperkirakan jumlah migran yang masuk selama periode dua hari tersebut bahkan bisa mencapai 60.000 orang.

Meskipun jumlah migran yang masuk sangat besar, mayoritas dari mereka yang menyeberang melalui jalur darat maupun laut kini dilaporkan telah kembali ke Maroko secara sukarela. Hingga hari Jumat pukul 18.00 waktu setempat, perkiraan jumlah migran yang sudah kembali ke wilayah Maroko mencapai sekitar 48.300 orang. Beberapa migran yang kembali mengungkapkan bahwa kondisi di dalam Ceuta sangat memprihatinkan karena mereka tidak mendapatkan pasokan makanan ataupun tempat bernaung yang layak.

Baca Juga

Krisis Migran di Ceuta, Puluhan Ribu Menyeberang ke Wilayah Spanyol, 18 Tewas dan Puluhan Ribu Dipulangkan

Krisis Migran di Ceuta, Puluhan Ribu Menyeberang ke Wilayah Spanyol, 18 Tewas dan Puluhan Ribu Dipulangkan

Salah satu kesaksian datang dari Ayman, seorang pemuda berusia 20 tahun yang bekerja sebagai tukang cukur di kota pelabuhan Larache. Ayman menceritakan bahwa ia harus berenang selama lima jam pada hari Rabu untuk bisa menyeberang ke Ceuta. Namun, setibanya di sana, ia mendapati situasi yang sangat sulit. Menurut penuturannya, tidak ada makanan sama sekali di dalam Ceuta dan mereka diusir dengan sangat buruk oleh tentara Spanyol yang berjaga di lokasi tersebut.

Di sisi perbatasan Maroko, situasi juga sempat memanas ketika aparat keamanan Maroko berupaya membubarkan kerumunan massa di gerbang menuju Ceuta. Petugas keamanan menggunakan pentungan dan gas air mata untuk mengendalikan situasi. Di lokasi bentrokan dekat perbatasan tersebut, terlihat pula pengerahan truk meriam air, bangkai sebuah bus yang hangus terbakar, serta tujuh unit mobil yang rusak. Wilayah Ceuta bersama dengan Melilla merupakan dua kota otonom milik Spanyol yang terletak di bagian utara Maroko, sekaligus menjadi satu-satunya titik perbatasan darat langsung antara Uni Eropa dan benua Afrika.

Baca Juga

Bandara Ngurah Rai Sempat Dipenuhi Asap, Polisi Ungkap Pemicu Awal Kebakaran

Bandara Ngurah Rai Sempat Dipenuhi Asap, Polisi Ungkap Pemicu Awal Kebakaran

Krisis ini langsung memicu reaksi politik yang keras. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, melakukan kunjungan langsung ke Ceuta pada hari Jumat. Kedatangannya disambut dengan cemoohan dari para demonstran yang berkumpul di sana. Dalam pernyataannya, Sanchez menegaskan bahwa penyeberangan massal tanpa izin ini merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap kedaulatan wilayah Spanyol.

Dampak diplomatik dari peristiwa ini pun langsung meluas ke negara tetangga. Italia memutuskan untuk menangguhkan sementara pengaturan bebas perbatasan Schengen dengan Spanyol, yang secara langsung berdampak pada pengetatan jalur perjalanan udara dan laut di antara kedua negara tersebut. Langkah sepihak Italia ini dinilai oleh Pemerintah Spanyol sebagai tindakan yang melanggar kesepakatan bersama Uni Eropa. Di sisi lain, partai-partai sayap kanan di berbagai penjuru Eropa beramai-ramai melayangkan kritik tajam kepada Spanyol. Mereka menuding kebijakan migrasi pemerintah Spanyol yang terlalu longgar, termasuk kebijakan pemberian amnesti kepada ratusan ribu migran tidak berdokumen pada tahun ini, sebagai pemicu utama terjadinya gelombang migrasi massal tersebut.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

SpanyolUni EropaCeutaKrisis MigranMaroko

Berita Terbaru Lainnya

Terminal LPG Tanjung Sekong Sokong 40 Persen Kebutuhan NasionalWaspada Pinjaman Daring Palsu, Kenali Modus Penipuan yang Sering DigunakanHanya Sekali untuk Tur Pramusim, Airbus A380 Bakal Mendarat di Bandara Soekarno-HattaJangan Tergiur Dana Cepat, Ini Ciri Pinjaman Daring yang Perlu DiwaspadaiBadan Gizi Nasional Bongkar Praktik Jual Beli Lokasi Dapur Makan Bergizi GratisMemahami Alasan Badan Gizi Nasional Kembalikan Ratusan Miliar Rupiah ke Kas NegaraKrisis Migran di Ceuta, Puluhan Ribu Menyeberang ke Wilayah Spanyol, 18 Tewas dan Puluhan Ribu DipulangkanIHSG Sepekan Menguat 0,64 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 10.923 Triliun

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap