apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Internasional

Krisis Migran di Ceuta, Puluhan Ribu Menyeberang ke Wilayah Spanyol, 18 Tewas dan Puluhan Ribu Dipulangkan

Agus CahyonoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 19.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Krisis Migran di Ceuta, Puluhan Ribu Menyeberang ke Wilayah Spanyol, 18 Tewas dan Puluhan Ribu Dipulangkan
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Krisis migrasi besar-besaran kembali melanda wilayah enklave Spanyol di Afrika Utara, Ceuta. Puluhan ribu migran dilaporkan melakukan penyeberangan dari wilayah Maroko demi mencapai wilayah Uni Eropa tersebut. Dalam upaya penyeberangan yang penuh risiko ini, sedikitnya 18 orang dilaporkan tewas. Gelombang kedatangan migran dalam jumlah masif ini memicu respons cepat dari otoritas keamanan Spanyol dan memicu ketegangan diplomatik di tingkat regional Eropa.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Menurut data terbaru, sekitar 40.000 migran berhasil memasuki wilayah Ceuta. Jumlah ini sangat signifikan mengingat Ceuta sendiri hanya memiliki populasi penduduk sekitar 80.000 jiwa. Membanjirnya puluhan ribu orang tersebut tentu memberikan tekanan yang sangat besar bagi wilayah enklave kecil ini. Namun, situasi mulai menunjukkan pergerakan kembali; hingga hari Jumat (31/7) pukul 18.00 waktu setempat (atau pukul 16.00 GMT), tercatat sebanyak 48.300 migran telah kembali melintasi perbatasan untuk menuju ke wilayah Maroko.

Sebagai informasi geografis yang penting, Ceuta bersama dengan wilayah Melilla merupakan dua wilayah enklave milik Spanyol yang terletak di Afrika Utara. Kedua wilayah ini memiliki peran strategis yang sangat krusial karena menjadi satu-satunya titik perbatasan darat langsung yang dimiliki oleh Uni Eropa dengan Benua Afrika. Hal inilah yang menjadikan kedua wilayah tersebut kerap menjadi tujuan utama bagi para migran yang mencoba masuk ke wilayah Eropa melalui jalur darat.

Menanggapi situasi darurat ini, pemerintah Spanyol segera mengambil tindakan tegas dengan mengerahkan pasukan tambahan untuk memperkuat sektor pengamanan di Ceuta. Selain itu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez bersama dengan Menteri Dalam Negeri dijadwalkan melakukan kunjungan langsung ke pos perbatasan Tarajal pada hari Jumat (31/7). Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk meninjau secara langsung kondisi di lapangan serta memastikan efektivitas langkah penanganan yang sedang berjalan.

Baca Juga

Krisis Migran di Ceuta, Puluhan Ribu Orang Seberangi Perbatasan Spanyol, 57 Tewas

Krisis Migran di Ceuta, Puluhan Ribu Orang Seberangi Perbatasan Spanyol, 57 Tewas

Perkembangan situasi di Ceuta ini juga memicu reaksi berantai dari negara-negara tetangga di Eropa. Pemerintah Prancis mengumumkan rencana untuk memperketat pemeriksaan di wilayah perbatasannya dengan Spanyol guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan para migran yang terus berlanjut ke arah utara. Sementara itu, reaksi yang lebih keras datang dari Italia. Pemerintah Italia menyerukan agar Spanyol ditangguhkan dari kawasan bebas perbatasan Schengen.

Usulan penangguhan dari Italia tersebut langsung memicu protes keras dari pemerintah di Madrid. Sebagai bentuk keberatan, pemerintah Spanyol memanggil Duta Besar Italia untuk memberikan penjelasan resmi. Madrid juga secara terbuka menuding pihak Roma sengaja memanfaatkan krisis kemanusiaan ini demi kepentingan politik internal mereka sendiri.

Peristiwa penyeberangan massal ini mengingatkan publik pada insiden serupa yang pernah terjadi pada tahun 2021 lalu. Saat itu, lebih dari 10.000 migran berhasil memasuki wilayah Ceuta hanya dalam kurun waktu dua hari saja. Lonjakan migran kala itu terjadi setelah pemerintah Maroko memutuskan untuk melonggarkan pengawasan di wilayah perbatasan mereka. Langkah pelonggaran tersebut dilakukan di tengah memuncaknya ketegangan diplomatik antara Maroko dan Spanyol.

Baca Juga

Memahami Alasan Badan Gizi Nasional Kembalikan Ratusan Miliar Rupiah ke Kas Negara

Memahami Alasan Badan Gizi Nasional Kembalikan Ratusan Miliar Rupiah ke Kas Negara

Ketegangan diplomatik pada tahun 2021 itu sendiri dipicu oleh keputusan pemerintah di Madrid yang mengizinkan pemimpin Front Polisario masuk ke Spanyol untuk menjalani perawatan medis. Front Polisario merupakan kelompok yang selama ini aktif memperjuangkan kemerdekaan wilayah Sahara Barat dari kekuasaan Maroko. Keputusan medis tersebut dipandang sensitif oleh pihak Maroko sehingga memicu keretakan hubungan diplomatik kedua negara.

Hubungan diplomatik antara Spanyol dan Maroko baru mulai mereda pada tahun 2022 setelah Madrid memutuskan untuk mengubah arah kebijakan luar negeri lamanya. Spanyol menyatakan dukungannya terhadap rencana Maroko terkait masa depan wilayah Sahara Barat. Kendati langkah diplomasi ini berhasil memulihkan hubungan baik dengan Maroko, perubahan kebijakan tersebut di sisi lain justru merenggangkan hubungan diplomatik Madrid dengan Aljazair, negara tetangga yang selama ini menjadi pendukung utama Front Polisario.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

SpanyolCeutaKrisis MigranMarokoAfrika UtaraPedro Sanchez

Berita Terbaru Lainnya

Krisis Migran di Ceuta, Puluhan Ribu Orang Seberangi Perbatasan Spanyol, 57 TewasTerminal LPG Tanjung Sekong Sokong 40 Persen Kebutuhan NasionalWaspada Pinjaman Daring Palsu, Kenali Modus Penipuan yang Sering DigunakanHanya Sekali untuk Tur Pramusim, Airbus A380 Bakal Mendarat di Bandara Soekarno-HattaJangan Tergiur Dana Cepat, Ini Ciri Pinjaman Daring yang Perlu DiwaspadaiBadan Gizi Nasional Bongkar Praktik Jual Beli Lokasi Dapur Makan Bergizi GratisMemahami Alasan Badan Gizi Nasional Kembalikan Ratusan Miliar Rupiah ke Kas NegaraIHSG Sepekan Menguat 0,64 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 10.923 Triliun

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap