apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Nasional

Komisi IX DPR Pertanyakan Data Kemenkes Soal 112 Juta Warga Kurang Gizi

Agus CahyonoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 07.29 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Komisi IX DPR Pertanyakan Data Kemenkes Soal 112 Juta Warga Kurang Gizi
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengenai adanya sekitar 112 juta warga Indonesia yang mengalami kekurangan gizi mendapatkan sorotan tajam dari parlemen. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, secara terbuka mempertanyakan keabsahan angka tersebut, terutama jika data yang digunakan sebagai landasan adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Menurut Charles, pihak Kementerian Kesehatan harus memberikan penjelasan yang transparan mengenai indikator serta metodologi yang mereka gunakan hingga sampai pada kesimpulan tersebut.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan data tersebut dengan menjelaskan bahwa angka 112 juta jiwa diperoleh dari perhitungan empat desil terbawah pada data Susenas 2024. Dalam struktur data survei tersebut, setiap desil mewakili kurang lebih 28 juta penduduk. Dengan demikian, penggabungan empat desil terbawah menghasilkan estimasi sekitar 112 juta warga yang dinilai membutuhkan intervensi gizi dari pemerintah.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Sebagai bagian dari upaya penanganan masalah gizi ini, pemerintah memiliki rencana untuk membuka sekitar 13 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau yang juga dikenal dengan sebutan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pembukaan unit-unit pelayanan ini akan dilakukan secara bertahap, dengan fokus prioritas awal pada daerah-daerah yang memiliki angka stunting tinggi di Indonesia.

Baca Juga

Gubernur Bobby Nasution Hadiahi Caroline Nababan Rumah dan Beasiswa Kuliah

Gubernur Bobby Nasution Hadiahi Caroline Nababan Rumah dan Beasiswa Kuliah

Namun, Charles Honoris menilai bahwa penggunaan data Susenas sebagai rujukan utama status gizi tidaklah tepat. Ia menerangkan bahwa Susenas pada dasarnya merupakan survei sosial ekonomi rumah tangga. Survei tersebut sejak awal tidak dirancang untuk mengukur status gizi penduduk secara langsung. Oleh karena itu, ia meminta Kementerian Kesehatan untuk bersikap terbuka mengenai metodologi yang mereka terapkan.

Charles mengingatkan bahwa Indonesia sebenarnya sudah memiliki instrumen pengukuran gizi yang spesifik dan kredibel. Selama ini, Kementerian Kesehatan sendiri telah menggunakan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) sebagai acuan utama mereka. Ia menegaskan bahwa dalam menyusun atau mengevaluasi kebijakan perbaikan gizi nasional, pemerintah seharusnya tetap berpegang pada indikator dari SKI dan SSGI, bukan beralih ke indikator tidak langsung yang tidak mengukur status gizi secara riil.

Baca Juga

Istana dan Menteri Perdagangan Beri Tanggapan Soal Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah Mal

Istana dan Menteri Perdagangan Beri Tanggapan Soal Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah Mal

Terkait dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Charles menekankan bahwa jika target utama program tersebut adalah perbaikan status gizi masyarakat, maka tolok ukur keberhasilannya harus menggunakan indikator gizi yang valid. Keberhasilan program tersebut harus dibuktikan melalui penurunan angka stunting, wasting, underweight, serta penurunan kasus anemia, yang datanya diperoleh melalui instrumen SKI dan SSGI.

Sebaliknya, jika pemerintah bermaksud menyelenggarakan program pemberian makan bagi seluruh anak sekolah secara universal, hal itu harus disampaikan secara jujur kepada publik. Pemerintah perlu memperjelas bahwa fokus utama dari program universal tersebut adalah menyediakan makanan bagi semua anak sekolah, bukan semata-mata untuk memperbaiki status gizi mereka secara klinis.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

makan bergizi gratisBudi Gunadi Sadikinkementerian kesehatanKomisi IX DPRCharles HonorisSusenas

Berita Terbaru Lainnya

Ajax Amsterdam Resmi Rekrut Julian Brandt dari Borussia DortmundPiala AFF 2026, Shayne Pattynama Cetak Gol, Indonesia Tekuk Timor Leste 3-0Pemkot Malang Perkuat Program 3 Juta Rumah demi Ekosistem Permukiman BerkelanjutanGubernur Bobby Nasution Hadiahi Caroline Nababan Rumah dan Beasiswa KuliahIstana dan Menteri Perdagangan Beri Tanggapan Soal Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah MalRMIT Dorong Potensi Industri Game Indonesia, Bidik Pasar dengan 153 Juta PemainPemerintah Tinjau Proyek Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao NTTDaihatsu Segarkan Sigra, Terios, dan Gran Max di GIIAS 2026, Sasar Segmen Keluarga hingga Komersial

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap