apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Investasi Rp1 Triliun, Pembangunan Kawasan Peternakan Terintegrasi Ciangir Dimulai Akhir 2026

Domu TobingDiterbitkan 1 Agu 2026 - 07.11 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Investasi Rp1 Triliun, Pembangunan Kawasan Peternakan Terintegrasi Ciangir Dimulai Akhir 2026
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui perusahaan umum daerahnya, Perumda Dharma Jaya, tengah mematangkan rencana besar untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah ibu kota. Perusahaan daerah tersebut bersiap membangun pusat penggemukan sapi berskala besar di Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir, yang terletak di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Nilai investasi yang dialokasikan untuk merealisasikan kawasan peternakan modern ini diperkirakan mencapai angka sekitar Rp1 triliun.

Langkah pembangunan infrastruktur utama di kawasan tersebut dijadwalkan akan dimulai pada akhir tahun 2026, tepatnya pada bulan November 2026. Kehadiran pusat peternakan terpadu ini dirancang secara khusus untuk memperkuat pasokan daging sapi di wilayah Jakarta, sekaligus menjadi pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan bagi warga ibu kota secara jangka panjang.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengungkapkan bahwa proyek pengembangan kawasan peternakan terintegrasi ini akan memanfaatkan lahan seluas 20 hektare. Pelaksanaan proyek ini dapat berjalan setelah adanya tindak lanjut berupa persetujuan penggunaan Barang Milik Daerah (BMD) yang dikeluarkan oleh Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga

RMIT Dorong Potensi Industri Game Indonesia, Bidik Pasar dengan 153 Juta Pemain

RMIT Dorong Potensi Industri Game Indonesia, Bidik Pasar dengan 153 Juta Pemain

Di dalam kawasan seluas 20 hektare tersebut, Perumda Dharma Jaya akan membangun fasilitas peternakan yang lengkap dan saling terhubung. Fasilitas tersebut mencakup kandang penggemukan sapi, kandang karantina untuk memastikan kesehatan hewan, rumah potong hewan (RPH) yang higienis, serta lahan yang didedikasikan untuk penanaman hijauan pakan ternak. Seluruh pengelolaan fasilitas di kawasan ini akan menerapkan sistem manajemen modern demi mengoptimalkan efisiensi kerja dan produktivitas hasil ternak.

Selain fasilitas fisik, aspek pemenuhan pakan juga menjadi perhatian utama dalam proyek ini. Kebutuhan pakan ternak di kawasan Ciangir akan dipenuhi secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi pengolahan pakan yang canggih. Langkah ini diambil agar kualitas nutrisi pakan dapat dikontrol dengan ketat, sehingga kesehatan, kualitas, serta produktivitas sapi di pusat penggemukan tersebut dapat terus terjaga dengan konsisten.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Ciangir ini memang disiapkan sebagai kawasan ketahanan pangan terpadu. Selain sektor peternakan, kawasan tersebut nantinya juga akan dikembangkan untuk sektor perikanan dan pertanian. Dalam penjelasannya, Pramono juga memberikan penegasan penting bahwa kawasan Ciangir ini tidak akan difungsikan sebagai lokasi alternatif untuk Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Baca Juga

Pemerintah Tinjau Proyek Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao NTT

Pemerintah Tinjau Proyek Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao NTT

Saat ini, proyek pembangunan kawasan peternakan terintegrasi tersebut masih berada pada tahap persiapan administratif dan sosial. Pihak pengelola sedang aktif menjalankan koordinasi lintas instansi, melakukan sosialisasi kepada warga sekitar, serta mengurus seluruh proses perizinan yang dibutuhkan agar pembangunan fisik dapat berjalan lancar tanpa hambatan hukum maupun sosial pada akhir 2026 nanti.

Selain memberikan manfaat langsung bagi stabilitas pangan di Jakarta, proyek dengan nilai investasi jumbo ini juga diharapkan mampu membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di sekitar wilayah Kecamatan Legok, Tangerang. Dampak ekonomi tersebut akan diwujudkan melalui penyerapan tenaga kerja lokal, jalinan kemitraan dengan warga dalam penyediaan hijauan pakan ternak, serta pemberdayaan para pelaku usaha lokal di sekitar area proyek.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ketahanan panganPramono AnungTangerangPerumda Dharma JayaCiangir

Berita Terbaru Lainnya

Ajax Amsterdam Resmi Rekrut Julian Brandt dari Borussia DortmundPiala AFF 2026, Shayne Pattynama Cetak Gol, Indonesia Tekuk Timor Leste 3-0Pemkot Malang Perkuat Program 3 Juta Rumah demi Ekosistem Permukiman BerkelanjutanGubernur Bobby Nasution Hadiahi Caroline Nababan Rumah dan Beasiswa KuliahIstana dan Menteri Perdagangan Beri Tanggapan Soal Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah MalRMIT Dorong Potensi Industri Game Indonesia, Bidik Pasar dengan 153 Juta PemainPemerintah Tinjau Proyek Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao NTTDaihatsu Segarkan Sigra, Terios, dan Gran Max di GIIAS 2026, Sasar Segmen Keluarga hingga Komersial

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap