apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Harga Komoditas, Batu Bara, Nikel, dan Timah Melemah di Akhir Juli

Togar PanjaitanDiterbitkan 31 Jul 2026 - 15.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Harga Komoditas, Batu Bara, Nikel, dan Timah Melemah di Akhir Juli
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Perkembangan harga komoditas global kembali menunjukkan dinamika fluktuatif pada penutupan perdagangan hari Rabu (29/7). Sejumlah komoditas tambang utama seperti batu bara, nikel, dan timah terpantau mengalami pelemahan. Pergerakan ini mencerminkan situasi pasar yang terus berubah di tengah berbagai faktor geopolitik dan kondisi cuaca di negara-negara produsen.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Harga batu bara mengalami penurunan tipis sebesar 0,04 persen menjadi USD 130,20 per ton. Dengan penurunan tersebut, harga batu bara termal bertahan di kisaran USD 130 per ton pada akhir Juli. Pergerakan harga batu bara saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, terdapat gangguan pasokan dari Indonesia akibat cuaca kering yang menghambat proses pengangkutan batu bara di sepanjang Sungai Barito, Kalimantan. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia yang dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah turut memberikan dukungan terhadap pasar energi secara umum. Namun, kenaikan harga batu bara ini masih tertahan oleh lemahnya permintaan dari China. Negara tersebut saat ini dilaporkan memiliki cadangan batu bara yang melimpah dan menerapkan pembatasan terhadap impor.

Baca Juga

Kena Tarif Impor AS 10 Persen, Nasib Ekspor RI Dipertaruhkan

Kena Tarif Impor AS 10 Persen, Nasib Ekspor RI Dipertaruhkan

Terdapat ketidakpastian data terkait pergerakan harga nikel dan timah pada penutupan perdagangan hari Rabu. Di satu sisi, laporan pasar menunjukkan bahwa harga nikel dan timah terpantau mengalami penurunan secara umum. Namun, berdasarkan data resmi dari bursa London Metal Exchange (LME), harga kedua logam tersebut justru mencatatkan kenaikan. Menurut data LME, harga nikel mengalami peningkatan sebesar 0,98 persen menjadi USD 17.137 per ton. Sementara itu, harga timah di bursa yang sama juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,56 persen, sehingga kini berada pada level USD 53.882 per ton. Adanya perbedaan informasi ini menunjukkan adanya keterbatasan laporan pasar dalam menyelaraskan data transaksi harian dengan pergerakan harga jangka pendek.

Berbeda dengan komoditas tambang, harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) justru mengalami kenaikan tipis pada penutupan perdagangan hari Rabu (29/7). Berdasarkan data dari situs tradingeconomics, harga CPO naik sebesar 0,47 persen menjadi MYR 4.664 per ton. Kontrak berjangka minyak sawit di Malaysia terpantau diperdagangkan di atas level MYR 4.650 per ton. Penguatan harga CPO ini didorong oleh kenaikan harga minyak sawit di Bursa Dalian serta kenaikan harga minyak kedelai di bursa Chicago. Selain itu, penurunan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat turut mendorong peningkatan permintaan untuk kebutuhan biodiesel.

Baca Juga

Menguji Kredibilitas Agenda Ekonomi Indonesia di Tengah Tantangan Struktural dan Regulasi

Menguji Kredibilitas Agenda Ekonomi Indonesia di Tengah Tantangan Struktural dan Regulasi

Prospek pasar CPO juga dipengaruhi oleh proyeksi peningkatan impor dari India pada periode Juli hingga Oktober. Langkah ini diambil oleh India karena keterbatasan pasokan minyak nabati menjelang musim liburan di negara tersebut. Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia terus berupaya memperkuat posisi ekspornya. Pemerintah Indonesia saat ini sedang melakukan negosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat agar produk minyak sawit asal Indonesia dapat dibebaskan dari tarif baru sebesar 10 persen. Meski demikian, penguatan harga CPO secara global masih tertahan oleh penguatan nilai tukar mata uang ringgit Malaysia, yang membuat harga CPO menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri. Di sisi lain, volume impor minyak sawit oleh Uni Eropa pada tahun pemasaran 2026/2027 yang dimulai sejak Juli mencatatkan penurunan signifikan sebesar 39 persen secara tahunan menjadi hanya 0,13 juta ton.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekonomi globalHarga KomoditasBatu BaraNikelTimahCPO

Berita Terbaru Lainnya

Duduk Perkara Kasus Lurah Paya Pasir Medan Ejek Curhat Warga, Kronologi, Klarifikasi, dan Sanksi EtikAturan Baru UU P2SK Digugat ke Mahkamah Konstitusi, Dinilai Beri Karpet Merah untuk Pencucian UangJadwal 16 Besar Taipei Open 2026 Hari Ini 30 Juli & Link LiveKena Tarif Impor AS 10 Persen, Nasib Ekspor RI DipertaruhkanMenguji Kredibilitas Agenda Ekonomi Indonesia di Tengah Tantangan Struktural dan RegulasiJakarta Watersport Festival 2026 Siap Digelar di Danau Sunter untuk Perkuat Sport TourismGIIAS 2026, Changan Nevo Q05 Resmi Meluncur dan BYD M6 Standard Tampil Lebih SegarDonald Trump Resmi Larang Impor Robot Humanoid Asal China ke Amerika Serikat

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap