Bencana gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memerlukan penanganan cepat setelah jumlah korban meninggal dunia dilaporkan menembus 100 orang pada Senin (24/8). Untuk membantu meringankan beban warga terdampak, Danone Indonesia bersinergi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Proses pengiriman bantuan telah berjalan sejak Sabtu (22/8). Pendistribusian logistik dilakukan melalui jalur darat di wilayah Manggarai dan jalur laut menggunakan Kapal Kemanusiaan. Kapal Kemanusiaan yang merupakan hasil kolaborasi antara PMI dan Kalla Lines tersebut telah bertolak sejak Sabtu (22/8). Sebelum kapal diberangkatkan, pasokan air minum AQUA telah disalurkan kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.
Mendagri Tito Karnavian Usulkan Pengurusan Dokumen Korban Gempa NTT Digratiskan

Dalam kemitraan ini, Danone Indonesia menyerahkan bantuan berupa donasi senilai Rp1 miliar, sekitar 53.000 botol air minum AQUA, serta produk nutrisi. CEO Danone Indonesia Laurent Boissier menjelaskan bahwa pihaknya memilih menyalurkan bantuan melalui PMI karena organisasi yang dipimpin oleh Jusuf Kalla tersebut memiliki jaringan dan pengalaman luas dalam penanganan bencana. Bagi Danone Indonesia, kontribusi ini merupakan bantuan bencana yang keenam kalinya mereka lakukan.
Penanganan dampak gempa di lapangan terus diakselerasi. Pada Rabu (26/8), Presiden Prabowo Subianto bertolak dari Bali menuju NTT untuk meninjau pengungsi dan memastikan penanganan dampak gempa di Pulau Flores berjalan efektif. Seluruh proses penanganan bencana ini ditargetkan selesai dalam waktu dua pekan ke depan.
Presiden Prabowo Tinjau Pengungsi Gempa di Nagekeo NTT, Janjikan Percepatan Pemulihan

Pemerintah juga telah menyalurkan logistik, makanan, obat-obatan, serta dukungan transportasi bagi warga Palue. Sementara itu, pasien yang membutuhkan perawatan medis lanjutan telah dievakuasi keluar pulau. Bantuan yang dikirimkan ke wilayah tersebut mencakup perangkat internet berbasis satelit Starlink, paket medis, dan obat-obatan untuk membantu sekitar 300 kepala keluarga yang terdampak gempa. Di sisi lain, tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) mendirikan dapur umum serta memetakan kebutuhan logistik susulan yang paling mendesak.






