Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperketat langkah antisipasi guna mencegah potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Langkah mitigasi ini dinilai krusial mengingat vitalnya peran TPA tersebut dalam pengelolaan sampah di kawasan Bandung Raya.
Upaya ini dilakukan untuk menghindari terulangnya kebakaran besar yang pernah melanda TPA Sarimukti pada 2023. Menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih kering akibat fenomena El Nino, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat membagi strategi pencegahan menjadi dua jalur, yakni internal dan eksternal.
BNPB Salurkan 1.911 Ton Logistik untuk Bantuan Korban Gempa NTT

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST DLH Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana, menjelaskan bahwa langkah internal difokuskan pada pencegahan fisik di zona 5. Praktik open dumping di zona tersebut telah dihentikan sejak bulan lalu, dan saat ini proses penutupan tanahnya telah mencapai 40 persen untuk menekan risiko kebakaran. Selain itu, DLH Jabar juga telah membangun instalasi hidran di titik-titik kritis kawasan TPA.
Sementara untuk langkah non-fisik, pengawasan diperketat melalui sosialisasi kepada pemulung, warga sekitar, hingga sopir truk pengangkut sampah agar menghindari aktivitas yang dapat memicu api, seperti merokok di area rentan.
Kebakaran Rumah di Duri Kepa Jakbar, Pemilik Ditemukan Tewas di Kamar

Untuk jalur eksternal, DLH Jabar berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat. Upaya penanganan di lapangan juga diperkuat melalui bantuan pelatihan dan penanganan kebakaran dari Pertamina.






