Bagi sebagian masyarakat, istilah "desil" dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sering kali disalahpahami sebagai penentu langsung apakah sebuah keluarga tergolong miskin atau berhak menerima bantuan sosial. Untuk meluruskan pemahaman ini, Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan penjelasan mengenai fungsi dan batasan dari indikator tersebut.
Apa Sebenarnya Arti Desil dalam DTSEN?
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa desil dalam DTSEN merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan keluarga. Melalui sistem ini, keluarga yang terdata dibagi menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif mereka.
Kelompok desil diurutkan dari yang terendah hingga tertinggi. Desil 1 mewakili kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 mewakili kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Amalia menekankan bahwa angka-angka desil ini menunjukkan posisi relatif suatu keluarga jika dibandingkan dengan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Dengan demikian, desil bukan merupakan ukuran mutlak untuk menentukan kemiskinan, tingkat pendapatan, ataupun jumlah kekayaan yang dimiliki suatu keluarga.
Harga Emas Antam Selasa Naik Rp18 Ribu per Gram

Bagaimana BPS Menentukan Kelompok Desil Keluarga?
Penentuan kelompok desil tidak didasarkan pada satu aspek tunggal, melainkan hasil akumulasi dari berbagai indikator sosial ekonomi. Karakteristik tersebut dihitung secara bersama-sama menggunakan metode statistik yang disebut Proxy Means Test (PMT).
Beberapa aspek dan indikator yang dipertimbangkan dalam perhitungan metode PMT ini meliputi: - Kondisi fisik bangunan perumahan tempat tinggal - Sumber air minum yang digunakan sehari-hari - Bahan bakar dan energi yang dipakai untuk memasak - Kepemilikan aset rumah tangga - Daya listrik terpasang serta konsumsi listrik - Komposisi anggota dalam keluarga - Tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan - Kondisi kesehatan serta keberadaan penyandang disabilitas
Karena seluruh karakteristik tersebut dihitung secara bersama-sama dalam satu rumus statistik, perubahan pada satu indikator saja tidak akan secara otomatis mengubah posisi desil suatu keluarga. Seluruh faktor tetap saling memengaruhi dalam menentukan posisi relatif keluarga tersebut terhadap populasi lainnya.
Apakah Masuk Desil Tertentu Menjamin Penerimaan Bantuan?
BPS menegaskan bahwa desil di dalam DTSEN bukan merupakan daftar penerima bantuan sosial. Pemeringkatan ini murni berfungsi sebagai data klaster kesejahteraan.
Pemerintah Mulai Program PLTS 100 GWp, Bangun 14 Proyek di Enam Provinsi

Dalam praktiknya, kementerian dan lembaga pemerintah menggunakan data desil ini sebagai salah satu dasar atau acuan untuk menentukan sasaran serta prioritas program bantuan yang mereka jalankan. Keputusan akhir mengenai kriteria penerima bantuan tetap disesuaikan dengan kebijakan masing-masing instansi penyelenggara program.
Bagaimana Cara Mengoreksi Data DTSEN yang Tidak Sesuai?
Skala basis data DTSEN tergolong sangat besar. Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 tercatat mencakup 290,13 juta data individu dan 95,98 juta data keluarga.
Mengingat besarnya jumlah data yang dikelola, masyarakat yang menemukan adanya ketidaksesuaian pada data diri atau keluarganya dapat mengajukan pembaruan secara mandiri. Pemerintah telah menyediakan beberapa kanal resmi untuk memproses pemutakhiran data tersebut, di antaranya: - Aplikasi atau situs Cek Bansos - Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) melalui operator resmi di tingkat desa atau kelurahan - Platform Cek DTSEN






