Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 9.765 gempa bumi susulan telah mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Minggu (30/8) pukul 05.00 WIB. Rentetan aktivitas seismik ini terjadi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) lalu.
Dari total ribuan gempa susulan yang terdeteksi, kekuatan getaran bervariasi secara signifikan. BMKG mencatat magnitudo terbesar mencapai M 6,2, sedangkan kekuatan terkecil berada di angka M 1,0. Dari keseluruhan kejadian tersebut, terdapat 35 gempa susulan dengan kekuatan di atas M 5, dan sebanyak 155 gempa susulan dilaporkan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Danareksa Salurkan Bantuan Rp423 Juta untuk Korban Gempa NTT

Khusus pada Minggu (30/8), BMKG merekam adanya 486 kejadian gempa susulan. Dua di antaranya merupakan gempa yang getarannya dirasakan oleh warga sekitar. Meski jumlah akumulatif gempa susulan terbilang sangat banyak, perwakilan BMKG Wijayanto memastikan bahwa tidak terjadi gempa signifikan yang bersifat merusak atau dirasakan secara mengkhawatirkan oleh masyarakat dalam periode tersebut.
BMKG juga menyatakan bahwa aktivitas gempa susulan di wilayah NTT kini mulai menunjukkan pola penurunan dalam beberapa hari terakhir. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada karena aktivitas gempa susulan ini diperkirakan masih akan terus berlangsung selama kurang lebih 3 hingga 4 minggu.
Aktor Princess Hours Lee Yong Joo Meninggal Dunia pada Usia 44 Tahun

Sebagai langkah penanganan dampak bencana bagi warga terdampak, posko pengungsian bagi para korban gempa bumi NTT telah didirikan di beberapa titik. Salah satunya berlokasi di Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, yang telah memfasilitasi para pengungsi sejak Kamis (20/8/2026).






