apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Pasar Modal

Antrean Jual Saham JELI Capai 68 Juta Lot, BEI Sebut Ada Eror Sistem Anggota Bursa

Togar PanjaitanDiterbitkan 1 Agu 2026 - 07.25 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Antrean Jual Saham JELI Capai 68 Juta Lot, BEI Sebut Ada Eror Sistem Anggota Bursa
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pasar modal Indonesia dikejutkan oleh aktivitas perdagangan yang tidak biasa pada saham PT Niramas Utama Tbk. dengan kode emiten JELI. Perusahaan yang dikenal masyarakat luas sebagai produsen Jelly Inaco ini mendadak menjadi perhatian utama para pelaku pasar setelah munculnya antrean penawaran jual dalam jumlah yang luar biasa besar pada tanggal 30 Juli 2026. Kejadian yang tidak biasa ini sempat memicu kepanikan massal di kalangan investor dan menyebabkan fluktuasi harga saham perseroan bergerak tidak terkendali di pasar.

Berdasarkan data transaksi yang tercatat pada Kamis, 30 Juli 2026, secara mengejutkan muncul antrean penawaran jual yang mencapai sekitar 68 juta lot saham JELI. Jumlah antrean jual ini dinilai sangat janggal dan tidak masuk akal oleh para pelaku pasar. Pasalnya, total saham JELI yang tercatat secara resmi di bursa hanya berjumlah 12,66 juta lot. Terlebih lagi, jumlah saham yang benar-benar beredar di publik atau masuk dalam kategori free float hanya sebesar 2,66 juta lot. Kehadiran antrean jual yang jauh melampaui kapasitas saham beredar ini langsung memicu tekanan jual yang masif atau panic selling, karena para investor khawatir terjadi pelepasan kepemilikan dalam skala raksasa.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Sebelum insiden antrean jual misterius ini mengemuka, pergerakan saham produsen Jelly Inaco tersebut memang sudah menunjukkan tren penurunan. Pada perdagangan hari Rabu, 29 Juli 2026, saham JELI tiba-tiba tertekan cukup dalam dengan penurunan sebesar 8,27 persen, yang membawa harganya turun ke angka Rp610 per lembar saham. Tren pelemahan ini kemudian berlanjut pada keesokan harinya, Kamis, 30 Juli 2026, di mana saham JELI kembali mengalami penurunan tipis sebesar 0,82 persen di tengah kepanikan pasar akibat antrean jual abnormal tersebut.

Baca Juga

Bos Bank Neo Commerce Buka Suara Terkait Rencana Naik Kelas ke KBMI II

Bos Bank Neo Commerce Buka Suara Terkait Rencana Naik Kelas ke KBMI II

Merespons situasi yang memicu kekhawatiran publik ini, pihak otoritas bursa segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan. Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi memberikan klarifikasi guna menenangkan pasar. BEI memastikan bahwa insiden tersebut sama sekali tidak disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem internal bursa. Pihak bursa menegaskan tidak ada serangan siber (cyberattack) maupun gangguan teknis berupa glitch pada sistem perdagangan yang dioperasikan oleh BEI saat peristiwa itu terjadi.

Lebih lanjut, berdasarkan penelusuran awal yang dilakukan oleh BEI, terungkap bahwa sumber masalah berasal dari pihak perantara. Investigasi awal menunjukkan adanya kesalahan teknis pada sistem salah satu Anggota Bursa (AB). Eror pada sistem Anggota Bursa tersebutlah yang secara tidak sengaja mengirimkan dan memunculkan penawaran jual dalam jumlah yang sangat masif, bahkan melampaui jumlah total saham tercatat milik emiten JELI sendiri.

Baca Juga

Pengusaha China Investasi Rp1,25 Triliun di IKN, Mulai Bangun Proyek Terpadu Perdana

Pengusaha China Investasi Rp1,25 Triliun di IKN, Mulai Bangun Proyek Terpadu Perdana

Meskipun kepanikan sempat melanda pasar dan membuat harga saham berfluktuasi secara ekstrem, manajemen PT Niramas Utama Tbk. memastikan bahwa kondisi internal perusahaan tetap solid. Peristiwa eror sistem perdagangan ini dilaporkan tidak memberikan dampak material apa pun terhadap kegiatan operasional sehari-hari dari produsen Jelly Inaco tersebut. Selain itu, kelangsungan usaha, kondisi hukum, serta kondisi keuangan perseroan dipastikan tetap aman dan tidak terpengaruh oleh anomali transaksi yang terjadi di pasar saham.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BEIBursa Efek IndonesiasahamJELIPT Niramas Utama TbkJelly Inaco

Berita Terbaru Lainnya

Ajax Amsterdam Resmi Rekrut Julian Brandt dari Borussia DortmundPiala AFF 2026, Shayne Pattynama Cetak Gol, Indonesia Tekuk Timor Leste 3-0Pemkot Malang Perkuat Program 3 Juta Rumah demi Ekosistem Permukiman BerkelanjutanGubernur Bobby Nasution Hadiahi Caroline Nababan Rumah dan Beasiswa KuliahIstana dan Menteri Perdagangan Beri Tanggapan Soal Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah MalRMIT Dorong Potensi Industri Game Indonesia, Bidik Pasar dengan 153 Juta PemainPemerintah Tinjau Proyek Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao NTTDaihatsu Segarkan Sigra, Terios, dan Gran Max di GIIAS 2026, Sasar Segmen Keluarga hingga Komersial

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap