apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Internasional

Update Chaos Serbuan Migran ke Spanyol, Nekat Berujung Penyesalan

Agus CahyonoDiterbitkan 2 Agu 2026 - 07.08 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Update Chaos Serbuan Migran ke Spanyol, Nekat Berujung Penyesalan
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Gelombang besar migran yang beberapa hari lalu sempat menyerbu wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, kini dilaporkan mulai berbalik arah. Banyak dari para migran tersebut yang kini memilih untuk pulang kembali ke negara asal mereka, Maroko. Keputusan untuk kembali ini diambil setelah mereka harus menghadapi kenyataan pahit di lapangan berupa kelaparan, kelelahan fisik, serta sulitnya kondisi bertahan hidup di wilayah kekuasaan Uni Eropa tersebut.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Sebelumnya, para migran ini memasuki wilayah Ceuta dengan cara yang sangat berisiko, seperti berenang mengarungi laut atau melompati pagar pembatas yang tinggi. Keputusan nekat tersebut sebagian besar dipicu oleh pengaruh video-video viral di media sosial serta pesan dari teman-teman mereka yang menyebutkan bahwa perbatasan yang selama ini dijaga ketat sebenarnya dapat ditembus. Namun, setelah berhasil menginjakkan kaki di Ceuta, mereka mendapati kenyataan bahwa tidak ada jalur mudah untuk melanjutkan perjalanan menuju daratan utama Spanyol.

Di Ceuta, para migran justru menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Banyak supermarket dan toko di wilayah tersebut memilih untuk tutup, sehingga para migran kesulitan mendapatkan pasokan makanan maupun air bersih untuk minum. Seorang pekerja di pelabuhan Tanger Med bahkan menggambarkan situasi di wilayah kantong Spanyol tersebut bagaikan sebuah penjara. Menurutnya, tidak ada yang bisa dilakukan oleh para migran di sana karena hampir semua tempat dalam keadaan tutup.

Baca Juga

Bela Netanyahu, AS Siapkan Langkah untuk Lumpuhkan Mahkamah Pidana Internasional

Bela Netanyahu, AS Siapkan Langkah untuk Lumpuhkan Mahkamah Pidana Internasional

Pengalaman pahit ini salah satunya dialami oleh Brahim, seorang pekerja toko roti asal Kota Fez. Brahim menceritakan bahwa dirinya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya dan ikut menyeberang setelah melihat ribuan orang lainnya melakukan tindakan serupa. Namun, setibanya di Ceuta, ia terpaksa bertahan hidup selama tiga hari hanya dengan meminum air. Brahim juga mengeluhkan harga makanan yang sangat mahal di sana, dengan mencontohkan harga satu buah sandwich tuna yang dipatok seharga 100 dirham atau sekitar Rp193.000.

Selain masalah logistik dan kelaparan, beberapa migran juga melaporkan adanya intimidasi dari warga setempat. Mereka menuduh penduduk di lingkungan El Principe, wilayah di Ceuta yang mayoritas dihuni oleh warga keturunan Maroko, melakukan pengusiran dan tindakan intimidasi terhadap para migran baru. Yassine Ichou, seorang pelayan asal Maroko, mengaku bahwa dirinya sempat dipukul dan dikejar hingga keluar dari kawasan tersebut oleh warga setempat.

Baca Juga

Tarung Nyawa di Laut, Ratusan Migran Nekat Terobos Perbatasan Ceuta

Tarung Nyawa di Laut, Ratusan Migran Nekat Terobos Perbatasan Ceuta

Sementara itu, fasilitas penampungan yang ada di Ceuta juga sudah tidak mampu lagi menampung gelombang migran yang datang. Seorang pekerja bantuan di pusat penampungan migran menyatakan bahwa fasilitas mereka saat ini telah penuh dan tidak dapat lagi menerima tambahan penghuni baru. Meskipun demikian, pekerja bantuan tersebut memperkirakan bahwa masih ada ribuan migran yang saat ini masih bertahan di wilayah Ceuta dengan kondisi yang serba terbatas.

Di sisi lain, situasi di perbatasan kini dilaporkan mulai kondusif. Di Kota Fnideq, wilayah Maroko yang berbatasan langsung dengan Ceuta, jalanan yang mengarah ke perbatasan tampak hampir kosong pada hari Sabtu. Pemandangan sepi ini sangat kontras dengan situasi yang terjadi pada hari Kamis sebelumnya, ketika ribuan orang berkumpul dan memadati kawasan tersebut untuk mencoba menerobos masuk ke Ceuta.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

SpanyolCeutaKrisis MigranMarokomigran

Berita Terbaru Lainnya

Hasil Semifinal VNL 2026 Voli Putra, Polandia dan Amerika Serikat Lolos ke Babak FinalMenag Sebut Penghimpunan Zakat Nasional 2025 Capai Rp44,6 TriliunIslamic Travel Connect 2026, Travel Umrah dan Haji Tawarkan Paket Menarik serta Edukasi Masa TungguSabet Bed Set Hemat Cuma di Transmart Full Day Sale, Diskon Jutaan Rupiah MenantiSambut Bulan Kemerdekaan, Transmart Gelar Full Day Sale dengan Diskon JumboNelayan Jembrana Hilang di Perairan Medewi, Tim SAR Gabungan Kerahkan Drone ThermalLaga Uji Coba Pramusim, Real Madrid Ditahan Imbang Fiorentina 2-2 di AustriaPolda Metro Jaya Imbau Masyarakat Saring Informasi Terkait Pemasangan Pagar Besi di Sejumlah Mal

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap