Gelombang besar migran yang beberapa hari lalu sempat menyerbu wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, kini dilaporkan mulai berbalik arah. Banyak dari para migran tersebut yang kini memilih untuk pulang kembali ke negara asal mereka, Maroko. Keputusan untuk kembali ini diambil setelah mereka harus menghadapi kenyataan pahit di lapangan berupa kelaparan, kelelahan fisik, serta sulitnya kondisi bertahan hidup di wilayah kekuasaan Uni Eropa tersebut.








