Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa bumi. Meski demikian, aktivitas pendidikan di wilayah terdampak perlahan mulai berjalan kembali.
Semangat belajar ini salah satunya terlihat di SMKS Karya Murni yang berlokasi di Lembor, Manggarai Barat, NTT. Pada Senin, 31 Agustus 2026 pukul 06.20 WITA, Maria Alvinda Kartini (16) sudah tiba di sekolahnya. Siswa yang akrab disapa Vinda ini tetap bersemangat meski sebelumnya harus mengerjakan tugas-tugas sekolah dalam kondisi darurat di dalam tenda akibat terputusnya aliran listrik.
Di dalam tenda darurat yang gelap, Vinda memanfaatkan cahaya temaram dari peralatan seadanya agar tetap bisa belajar.
Gempa M4,0 Terjadi di Utara Manggarai, BMKG Pastikan Tidak Picu Tsunami

"Ya kami pakai ini saja, lampu pelita. Kalau tidak, senter," ujar Vinda. Ia juga berharap ada bantuan yang dibagikan kepada para siswa terdampak gempa. "Kalau bisa ya maksudnya bagi buku gratis atau pulpen."
Rasa lega untuk bisa kembali bersekolah juga dirasakan oleh Helena Ananda Daun. Sebelumnya, ia harus belajar dari rumah akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda kawasan Flores. Nanda dan keluarganya kini terpaksa tidur di bawah terpal di tenda darurat setiap malam karena dinding belakang rumahnya retak parah.
Kondisi rumah warga yang retak akibat bencana ini juga dibenarkan oleh Rofinus Tetu, guru mata pelajaran keahlian otomotif di sekolah tersebut.
8 Diduga Pedofil Ditangkap di Bandung, Bikin Foto dan Film Porno Anak

"Gempa tanggal 15 itu rumah-rumah pada retak semua," kata Rofinus.
Untuk meredakan kepanikan para siswa, Rofinus menerapkan metode pendekatan emosional dan pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning). Di sela-sela pelajaran otomotif, ia menyisipkan edukasi kebencanaan serta hiburan ringan untuk membantu mengatasi rasa cemas anak didiknya.






