Masyarakat di wilayah Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), merasakan getaran akibat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,0 pada Senin (31/8) pukul 14.53 Wita. Guncangan gempa ini dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI. Meski berpusat di laut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal dengan kedalaman 4 kilometer. Episenter atau pusat gempa terletak di laut, sekitar 59 kilometer di sebelah utara Manggarai.
Pemulihan Desa Adat Sade, DPR Dorong Dukungan Anggaran dan Mitigasi Kebakaran

Secara teknis, gempa bumi ini dipicu oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik (thrust). Wilayah NTT sendiri secara geografis berada di zona seismik aktif.
Peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas pascagempa utama berkekuatan M7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8). Hingga Senin (31/8) pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 10.386 gempa susulan di wilayah tersebut, dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2.
Siswa SMKS Karya Murni NTT Kembali Bersekolah di Tengah Dampak Gempa Flores

Sebelumnya, wilayah Manggarai juga diguncang beberapa gempa bumi. Di antaranya gempa magnitudo 5,0 di Ruteng pada Senin (17/8/2026) dini hari yang tidak berpotensi tsunami, serta gempa magnitudo 4,6 di Ruteng pada Kamis (27/8) pukul 01.34 WIB.






