Penanganan warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini semakin diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Penyaluran bantuan logistik dan penanganan darurat telah menjangkau tiga desa terdampak di Kecamatan Reok, yaitu Desa Lemarang, Desa Robek, dan Desa Paralando.
Di ketiga desa tersebut, didistribusikan bantuan tempat tinggal sementara berupa 50 lembar terpal, 30 selimut, dan 20 tikar. Selain itu, bantuan juga mencakup kebutuhan khusus untuk bayi dan perempuan seperti popok bayi, pembalut, minyak telon, dan susu formula. Di Dusun Nangkas, Desa Paralando, tim Emergency Response Team (ERT) PT Multi Harapan Utama (MHU) menyelenggarakan kegiatan dukungan psikososial atau trauma healing bagi warga terdampak.
Untuk pelayanan kesehatan, tim medis MHU melakukan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan di Desa Watu Tango serta Posko 2 ESDM Siaga Bencana. Sementara itu, di Desa Dampe, Kecamatan Lamba Leda, ERT MHU membantu pemasangan instalasi air dan penyediaan tandon untuk memenuhi kebutuhan posko kesehatan serta dapur umum.
Baznas Siapkan 1.000 Beasiswa untuk Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Penanganan darurat ini dilakukan menyusul gempa bumi bermagnitudo 5,0 yang mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Senin (17/8/2026) dini hari, yang dinyatakan BMKG tidak berpotensi tsunami. Setelah itu, gempa berkekuatan magnitudo 4,6 kembali mengguncang wilayah Ruteng pada Kamis (27/8) pukul 01:34 WIB.
Guna membantu penanganan di lapangan, ERT MHU yang merupakan anak perusahaan MMSGI telah tiba di Labuan Bajo sejak Kamis (20/8). Bergerak bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tim yang dipimpin oleh Presiden Direktur PT MHU Kemal Djamil Siregar ini melakukan koordinasi dengan Staf Khusus Menteri ESDM Rudy Sufahriadi. Tim medis MHU juga berkoordinasi dengan kapal bantu rumah sakit TNI AL, KRI dr. Soeharso-990, guna mendukung pelayanan kesehatan.
2 Warga Luka dan 60 Rumah Hangus dalam Kebakaran di Muara Angke

Sementara itu, dukungan logistik secara nasional terus mengalir. Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) BNPB mencatat telah menerima 2.158 ton bantuan untuk penanganan darurat gempa di NTT, dengan 954.438 kilogram di antaranya telah disalurkan kepada masyarakat terdampak. Bantuan kemanusiaan senilai Rp1 miliar juga diserahkan oleh Pemerintah Kota Bandung bersama Bank bjb dan Baznas Kota Bandung. Selain itu, misi kemanusiaan di wilayah terdampak juga dijalankan melalui program ITB Peduli.
Untuk memastikan proses penyaluran berjalan tertib, distribusi bantuan dilakukan berdasarkan hasil pendataan pemerintah daerah yang ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri dan Kepala Kepolisian Resor setempat.






