Penyaluran bantuan untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari berbagai pihak. DPP Relawan PRANTARA Indonesia mengirimkan bantuan logistik dan personel relawan untuk membantu penanganan korban di wilayah tersebut.
Bantuan tersebut resmi diberangkatkan dari Kantor DPP Relawan PRANTARA Indonesia di Jakarta pada Selasa (25/8/2026). Pelepasan bantuan dipimpin langsung oleh Dewan Penasihat DPP Relawan PRANTARA Indonesia, Jenderal Purnawirawan Nugroho Widyotomo, didampingi Ketua Umum Ardho Adam Saputra, Sekretaris Jenderal Indra Musta鈥檌n, dan Ketua Harian Rudi Kristian.
Upaya kemanusiaan ini berjalan di tengah penanganan dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang NTT. Hingga Selasa (25/8) sore, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan bertambah menjadi 103 orang, dengan korban terbanyak berasal dari kelompok lansia dan perempuan. Sementara itu, sebanyak 237 jiwa penyintas gempa di Kabupaten Sikka dilaporkan mulai meninggalkan tempat pengungsian di GOR Samador.
Aksi Remaja Berkostum Superman Ikut Padamkan Kebakaran Lahan Gambut di Palangkaraya

Untuk mendukung pemulihan, pemerintah telah mengirimkan bantuan logistik seberat 31 ton ke NTT. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyiapkan bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak dengan nilai hingga Rp30 juta.
Di sektor pendidikan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyerahkan santunan senilai Rp305 juta bagi guru dan siswa korban gempa, menyalurkan bantuan logistik serta dana voucher, serta memastikan sekolah terdampak di Flores menjadi prioritas revitalisasi pada tahun 2026. Sejalan dengan itu, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi鈥檌 menyatakan bahwa Kementerian Agama tengah menyiapkan kelas darurat untuk sekolah yang terdampak.
Cara Menentukan Desil Kesejahteraan dalam DTSEN Menurut BPS

Bantuan lainnya juga disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Barat berupa 2,1 ton rendang yang diserahkan langsung oleh Gubernur Mahyeldi di Labuan Bajo dan Manggarai. Selain itu, PERURI turut menyalurkan bantuan logistik untuk korban gempa di Flores melalui BNPB.
Dalam proses pemulihan ini, Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menekankan bahwa ketersediaan data terpadu menjadi salah satu kebutuhan utama dalam tahap penanganan pascabencana di NTT.






