Mengapa para pelaku usaha global, khususnya dari China, mulai merealisasikan investasi bernilai triliunan rupiah di Ibu Kota Nusantara (IKN)? Apa yang membuat mereka begitu yakin terhadap prospek pembangunan pusat pemerintahan baru Indonesia ini?
Pertanyaan tersebut terjawab seiring masuknya PT Star Bright International Investment, sebuah perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal China, ke dalam proyek pembangunan IKN. Perusahaan ini secara resmi telah memulai konstruksi proyek kawasan terpadu yang berlokasi di Sub WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Di balik keputusan investasi besar ini, terdapat pengakuan menarik dari pihak manajemen perusahaan mengenai kemiripan IKN dengan sejarah pertumbuhan ekonomi di negara asal mereka.
Perbandingan IKN dengan Pertumbuhan China Era 1980-an
Direktur Utama PT Star Bright International Investment, Lu Keming, mengungkapkan alasan optimistis di balik keputusan perusahaannya menanamkan modal di IKN. Ia membandingkan proses pembangunan IKN dengan transformasi luar biasa yang terjadi di negaranya beberapa dekade lalu.
Antusias Tinggi, Pengunjung Padati BNI wondrX 2026

Lu Keming menyatakan bahwa dirinya menyaksikan langsung bagaimana perkembangan pesat China sejak era 1980-an dan 1990-an. Menurut pengakuannya, kondisi wilayah China pada masa-masa awal pembangunan tersebut memiliki kemiripan dengan kondisi Nusantara saat ini sebelum akhirnya menjelma menjadi kekuatan ekonomi dunia. Pengalaman historis inilah yang memberikan keyakinan kuat bagi pihak investor untuk menanamkan modalnya di IKN.
Nilai Investasi dan Target Penyelesaian Proyek
Kawasan terpadu yang dibangun oleh PT Star Bright International Investment di Sub WP 1B KIPP IKN ini memiliki nilai investasi yang sangat signifikan. Total nilai investasi untuk proyek tersebut diperkirakan mencapai antara Rp1,2 triliun hingga Rp1,25 triliun.
Salah satu bagian utama dari proyek kawasan terpadu ini adalah pembangunan gedung apartemen. Pihak investor menargetkan proses pembangunan apartemen ini dapat berjalan dengan cepat. Proyek hunian vertikal tersebut ditargetkan selesai dan siap digunakan dalam waktu sekitar 1 tahun lebih sejak masa konstruksi dimulai.
Manajemen Bayan Resources Buka Suara Terkait Rumor Akuisisi oleh Haji Isam

Rencana Pembangunan Hotel dan Pariwisata
Komitmen investasi dari perusahaan asal China ini tidak berhenti pada pembangunan apartemen dan kawasan terpadu saja. Di bawah koordinasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) yang dipimpin oleh Basuki selaku Kepala OIKN, PT Star Bright International Investment juga telah mempersiapkan rencana ekspansi berikutnya.
Lu Keming menjelaskan bahwa perusahaannya memiliki agenda untuk membangun proyek-proyek penunjang lainnya di IKN. Rencana masa depan tersebut mencakup pembangunan hotel serta berbagai proyek pengembangan pariwisata guna mendukung ekosistem kota pintar yang sedang dibangun oleh pemerintah Indonesia.






