Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan skema bantuan bagi para pelaku usaha yang terdampak musibah kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kementerian UMKM saat ini sedang berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata untuk melakukan pendataan dan pemetaan terhadap pelaku UMKM yang menjadi korban. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 80 kepala keluarga (KK) pelaku usaha yang terdampak dalam insiden tersebut.
Rencana penanganan dampak kebakaran ini disampaikan oleh Maman di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Senin (31/8/2026).
Prabowo Tutup 290 BUMN Rugi, Pemerintah Hemat Rp 50 Triliun

Skema bantuan yang disiapkan pemerintah akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pelaku usaha, mulai dari relaksasi kredit perbankan hingga suntikan modal baru. Bagi korban yang sudah memiliki pinjaman di bank, pemerintah membuka opsi restrukturisasi kredit serta pemberian masa tenggang (grace period). Sementara itu, bagi pelaku usaha yang tidak memiliki pinjaman bank, pemerintah akan mengupayakan bantuan permodalan.
Maman memastikan bahwa penerapan bantuan ini akan tetap dikoordinasikan secara matang dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten setempat untuk memastikan pembagian kewenangan yang tepat.
Jasa Marga Catatkan Pendapatan Usaha Rp10,3 Triliun pada Semester I 2026

Selain penanganan di Lombok, proses pendataan juga masih berjalan untuk pelaku UMKM yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Maman, penanganan UMKM di NTT akan berbeda dengan penanganan bencana di Sumatra, karena bentuk intervensi pemerintah selalu disesuaikan dengan skala dampak serta kewenangan yang ada.






