PT Jasa Marga (Persero) Tbk menunjukkan kinerja keuangan yang positif sepanjang paruh pertama tahun ini. Perseroan berhasil membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp10,3 triliun pada Semester I 2026. Pencapaian ini merepresentasikan pertumbuhan sebesar 7,6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini mencerminkan stabilitas operasional yang terus dijaga oleh perseroan dalam mengelola jaringan jalan tol. Berbagai lini bisnis Jasa Marga memberikan kontribusi positif terhadap total pendapatan usaha yang berhasil dibukukan selama enam bulan pertama tahun 2026 tersebut.
Kontribusi Pendapatan Tol dan Sektor Lain
Pertumbuhan kinerja keuangan perseroan ditopang secara signifikan oleh kontribusi dari sektor utama, yakni Pendapatan Tol. Lini bisnis inti ini menyumbangkan Rp9,5 triliun bagi total pendapatan usaha Jasa Marga. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 6,8 persen secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Prabowo Tutup 290 BUMN Rugi, Pemerintah Hemat Rp 50 Triliun

Di sisi lain, Pendapatan Usaha Lain milik Jasa Marga juga menunjukkan performa pertumbuhan yang kuat. Sektor penunjang ini berhasil tumbuh sebesar 17,6 persen dengan nilai realisasi mencapai Rp798,2 miliar. Peningkatan yang terjadi di kedua lini pendapatan ini memperkokoh basis penerimaan perseroan secara keseluruhan sepanjang semester pertama tahun ini.
Kinerja EBITDA yang Terjaga
Seiring dengan kenaikan pendapatan usaha, profitabilitas operasional Jasa Marga juga mengalami peningkatan yang selaras. Perseroan mencatatkan EBITDA sebesar Rp7,0 triliun pada Semester I 2026. Realisasi EBITDA ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,1 persen dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.
IHSG Melemah Tipis, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Selain mencatatkan kenaikan nilai EBITDA, Jasa Marga juga berhasil menjaga efisiensi kinerja keuangannya dengan sangat baik. Kemampuan efisiensi operasional ini ditunjukkan oleh margin EBITDA perseroan yang tetap stabil dan terjaga pada level 67,8 persen. Pencapaian margin yang konsisten ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam mengelola beban operasional di tengah peningkatan aktivitas bisnisnya.






