Direktorat Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama telah merilis penanggalan untuk mempermudah masyarakat dalam memantau waktu ibadah. Berdasarkan rilis tersebut, kalender Islam Hijriah September 2026: Rabiulawal & Rabiulakhir akan menandai transisi penting di pertengahan bulan miladi tersebut.
Bagi umat Islam, kalender Hijriah memegang peranan krusial untuk menentukan jadwal berbagai ibadah, mulai dari penentuan awal puasa Ramadhan hingga puasa sunah seperti Ayyamul Bidh. Secara astronomis, awal bulan Hijriah dihitung berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi. Untuk menetapkan mulainya bulan baru, para ahli menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomi, serta verifikasi melalui pengamatan langsung terhadap hilal.
Perbedaan suasana keagamaan akan terasa sepanjang September 2026. Jika pada awal bulan umat Islam masih berada dalam suasana bulan Rabiulawal yang identik dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw (Maulid Nabi) pada 12 Rabiulawal, maka memasuki pertengahan September fase ibadah akan bergeser ke bulan Rabiulakhir.
Kebakaran Restoran Chez Gado-Gado di Seminyak Bali, Kerugian Ditaksir Rp 4 Miliar

Secara rinci, hari Selasa, 1 September 2026 bertepatan dengan tanggal 19 Rabiulawal 1448 H. Masa akhir dari bulan ketiga Hijriah ini akan berlangsung hingga Sabtu, 12 September 2026, yang bertepatan dengan 30 Rabiulawal 1448 H. Keesokan harinya, yaitu Minggu, 13 September 2026, umat Islam mulai memasuki tanggal 1 Rabiulakhir 1448 H. Periode bulan keempat dalam kalender Kamariah ini akan terus berjalan hingga akhir bulan miladi pada 30 September 2026, yang bertepatan dengan 18 Rabiulakhir 1448 H.
Sejarah Rabiulakhir dan Jadwal Puasa Sunah
Bulan Rabiulakhir menyimpan rekam jejak sejarah yang penting dalam perkembangan Islam. Salah satu peristiwa besar yang terjadi pada bulan ini adalah turunnya surah Al-Hasyr, yang secara harfiah berarti pengusiran.
Kalender Bali September 2026, Daftar Rerainan dan Informasi Libur Sekolah

Turunnya surah tersebut dilatarbelakangi oleh asbabunnuzul berupa upaya pembunuhan terhadap Rasulullah saw yang direncanakan oleh kaum Yahudi dari Bani Nadhir. Akibat tindakan makar tersebut, Bani Nadhir kemudian menjadi kaum pertama yang dikumpulkan dan diusir dari kota Madinah.
Di samping nilai sejarahnya, pergantian bulan ke Rabiulakhir ini juga membawa jadwal ibadah sunah baru bagi umat Islam. Pada bulan September 2026, umat Islam dapat menunaikan ibadah puasa sunah Ayyamul Bidh yang jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 Rabiulakhir 1448 H. Di dalam kalender masehi, tanggal-tanggal tersebut bertepatan dengan hari Jumat sampai Minggu, tanggal 25 hingga 27 September 2026.






