Bagaimana nasib dokumen kependudukan warga yang hilang atau rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur? Pertanyaan ini menjadi perhatian utama bagi masyarakat setempat yang membutuhkan kepastian hukum dan akses bantuan. Untuk menjawab kebutuhan mendesak tersebut, pemerintah bergerak cepat memulihkan layanan administrasi kependudukan (adminduk) yang sempat lumpuh.
Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Teguh Setyabudi, mendatangi Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Kunjungan kerja yang berlangsung selama empat hari, mulai dari Senin (24/8/2026) hingga Kamis (27/8/2026) ini, dilaksanakan atas perintah langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.
Langkah Cepat Pemulihan Dokumen di Kabupaten Ngada
Dalam perjalanannya menuju lokasi terdampak, Teguh Setyabudi beserta rombongan melakukan transit di Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo. Setelah itu, rombongan melanjutkan penerbangan menuju Bandar Udara Soa di Bajawa, Kabupaten Ngada.
Kebakaran Hanguskan 40 Bangunan di Duren Sawit, 84 Warga Terdampak

Setibanya di lokasi, Teguh Setyabudi segera menggelar pertemuan koordinasi dengan Bupati Ngada Raymundus Bena serta Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Dukcapil, Muhammad Nuh Al Azhar.
Untuk mempercepat pelayanan, tim dari Kemendagri membawa peralatan lengkap guna melakukan perekaman dan pencetakan cepat dokumen kependudukan. Layanan ini diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya agar warga terdampak dapat segera mendapatkan kembali dokumen mereka yang hilang atau rusak.
Pemanfaatan Data BNBA dan Aplikasi IKD+
Dalam proses pendataan warga terdampak gempa, Direktur PIAK Muhammad Nuh Al Azhar memastikan bahwa data by-name by-address (BNBA) akan digunakan sebagai data dasar utama. Langkah ini diambil untuk menjaga akurasi identifikasi penduduk yang membutuhkan dokumen pengganti.
Dukcapil Terbitkan 358 Dokumen Warga Korban Gempa di Manggarai Barat

Selain itu, petugas Dukcapil di lapangan mengoptimalkan penggunaan aplikasi IKD+. Aplikasi ini memiliki beragam fungsi strategis, antara lain untuk mengaktivasi IKD bagi masyarakat, mencari identitas seseorang berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), membaca microchip yang ada di dalam KTP-el, hingga membantu para orang tua dalam mencari dan menentukan nama unik untuk bayi mereka.
Peninjauan Fasilitas Pendidikan Terdampak
Upaya pemulihan pascagempa di Flores juga menyasar sektor pelayanan publik lainnya. Selain pemulihan dokumen kependudukan oleh Kemendagri, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti turut berada di Flores untuk memantau situasi secara langsung. Ia melakukan peninjauan ke sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa, salah satunya adalah SDK Rowa yang terletak di Kabupaten Nagekeo.






