PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) tengah mempercepat langkah transformasi bisnisnya secara signifikan. Salah satu langkah strategis yang diambil oleh perusahaan telekomunikasi milik negara ini adalah dengan melakukan pemangkasan jumlah anak usahanya. Dari yang semula memiliki 68 anak usaha, kini Telkom memangkas jumlah tersebut hingga menyisakan 18 entitas saja.
Langkah penataan ulang ini diambil untuk merampingkan struktur grup Telkom. Dengan menyusutkan jumlah anak usaha secara drastis, Telkom bertujuan membuat struktur grup menjadi lebih ramping, lebih fokus, dan jauh lebih efisien dalam menjalankan roda bisnisnya.
Koordinasi dengan BP BUMN dan Danantara Indonesia
Perkembangan mengenai proses perampingan (streamlining) dan transformasi bisnis ini telah dibahas secara intensif. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, telah bertemu langsung dengan jajaran manajemen Telkom. Pertemuan tersebut secara khusus dilakukan untuk membahas perkembangan dari proses streamlining serta transformasi yang sedang berjalan di tubuh perusahaan.
Harta CEO Unitree Robotics Wang Xingxing Tembus Rp 282 Triliun berkat Robot Humanoid

Keterlibatan BP BUMN dan Danantara Indonesia dalam proses ini menunjukkan pentingnya restrukturisasi tersebut. Langkah perampingan ini dirancang sedemikian rupa untuk mengoptimalkan peran Telkom di dalam ekosistem Danantara. Selain itu, transformasi ini juga diharapkan dapat memaksimalkan kontribusi Telkom terhadap perekonomian nasional.
Skema Transisi Menjadi Strategic Holding
Dalam skema transformasi yang tengah dipersiapkan, arah bisnis Telkom akan mengalami perubahan mendasar. Telkom akan diarahkan untuk bertransisi dari yang sebelumnya berperan sebagai operating holding menjadi strategic holding. Perubahan status ini akan mengubah fokus utama dan tanggung jawab dari induk perusahaan.
Sebagai strategic holding, Telkom tidak lagi dibebani oleh urusan operasional harian secara langsung. Sebaliknya, fokus utama Telkom akan dipusatkan pada aspek-aspek strategis, yang meliputi: - Pengelolaan portofolio bisnis grup secara menyeluruh. - Alokasi modal (capital allocation) yang lebih efektif. - Penerapan tata kelola perusahaan (governance) yang baik. - Peningkatan sinergi di dalam grup perusahaan. - Penciptaan nilai (value creation) yang berkelanjutan.
Alasan di Balik Mitos Tuyul Tidak Bisa Menembus Bank

Pembagian Peran Melalui Operating Company (OpCo)
Dengan beralihnya peran Telkom menjadi strategic holding, aktivitas operasional harian di lapangan tidak akan lagi dijalankan langsung oleh induk usaha. Seluruh kegiatan operasional tersebut nantinya akan dikelola dan dijalankan oleh entitas bisnis yang bertindak sebagai Operating Company (OpCo).
Setiap OpCo akan beroperasi secara mandiri dan fokus sesuai dengan bidang bisnisnya masing-masing. Pembagian peran ini diharapkan membuat setiap unit operasional menjadi lebih fokus dalam mengeksekusi kegiatan bisnisnya, sementara induk usaha dapat berkonsentrasi penuh pada arah kebijakan strategis jangka panjang.






