Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon secara resmi mengumumkan peluncuran lima jilid pertama dari seri buku yang berjudul "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global". Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mendokumentasikan perjalanan panjang bangsa secara kredibel. Dalam proses penyusunan buku sejarah tersebut, pemerintah tidak bekerja sendiri melainkan melibatkan sedikitnya 123 pakar guna menjamin kredibilitas dan keandalan konten yang disajikan kepada publik.
Dalam proyek besar ini, Kementerian Kebudayaan menegaskan posisinya yang hanya bertindak sebagai fasilitator. Sementara itu, urusan substansi dan penulisan sepenuhnya diserahkan kepada para sejarawan dan akademisi.
Kolaborasi Lintas Disiplin dan Lembaga
Untuk menyusun karya yang komprehensif, tim penyusun buku ini dibentuk dari berbagai latar belakang keahlian. Anggota tim terdiri atas para akademisi, arkeolog, filolog, sosiolog, hingga antropolog. Mereka berkolaborasi dan menyumbangkan keahlian masing-masing dari 34 perguruan tinggi serta 11 lembaga non-perguruan tinggi yang tersebar di Indonesia.
Kondisi Kebakaran Hutan Papua Barat, 5 Titik Api Masih Menyala

Buku seri Sejarah Indonesia ini menyajikan pemutakhiran data serta temuan historiografi terbaru. Secara keseluruhan, seri buku sejarah ini dirancang untuk terdiri atas 10 jilid utama serta satu jilid faktaneka (miscellany).
Akses Digital untuk Publik dan Proyek Mendatang
Aksesibilitas menjadi salah satu fokus penting dalam peluncuran seri buku ini. Oleh karena itu, seluruh jilid buku Sejarah Indonesia akan disediakan dalam format digital. Dokumen digital ini nantinya dapat diakses secara daring oleh para pelajar, mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum yang ingin mempelajari sejarah bangsa secara mendalam.
Abdul Kadir Karding Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Umum PB Perbasasi Periode 2026–2030

Setelah peluncuran ini, proyek penulisan sejarah nasional dipastikan akan terus berlanjut. Pemerintah telah merencanakan proyek penulisan sejarah berikutnya yang akan mencakup periode tahun 1945-1950. Selain itu, penulisan sejarah mendatang juga akan mendokumentasikan sejarah kerajaan-kerajaan besar di Nusantara, seperti sejarah Majapahit, Samudera Pasai, Sriwijaya, Pajajaran, serta sejarah lainnya.






