apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/News

Krisis Air dan Gagal Panen Bayangi Petani Gedebage pada Kemarau 2026

Parlin SinagaDiterbitkan 2 Agu 2026 - 07.37 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Krisis Air dan Gagal Panen Bayangi Petani Gedebage pada Kemarau 2026
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Sektor pertanian di kawasan Gedebage, Kota Bandung, tengah menghadapi tekanan berat akibat musim kemarau tahun 2026 yang datang lebih awal. Para petani penggarap di wilayah tersebut harus menerima kenyataan pahit berupa kegagalan panen setelah lebih dari dua bulan berjuang di tengah keterbatasan air. Kondisi cuaca tahun ini dirasakan jauh lebih ekstrem dibandingkan periode-periode sebelumnya, memaksa para petani gigit jari menghadapi lahan yang mengering.

Salah satu petani yang terdampak langsung adalah Jajat. Ia harus merelakan sekitar satu hektare lahan perkebunan sayur yang digarapnya mengalami gagal panen total. Tanaman seperti tomat, kacang-kacangan, hingga jagung tidak lagi dapat diselamatkan. Kerugian ini terasa kian mencekik mengingat Jajat telah mengeluarkan biaya sewa atau penggarapan lahan sebesar Rp3 juta per tahun. Tak hanya perkebunan sayur, lahan persawahan seluas dua hektare yang dikelolanya juga kini tampak kering kerontang dan dipastikan gagal panen. Kemarau yang mulai terasa sejak April 2026 ini membuat pasokan air terputus hampir sepenuhnya.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Nasib serupa membayangi Saepudin, petani berusia 62 tahun yang telah bercocok tanam di Gedebage sejak tahun 1982. Sawah garapannya yang memiliki luas sekitar satu hektare kini berada dalam ancaman serius gagal panen. Untuk mengairi lahan yang kian kritis, Saepudin dan petani lainnya hanya bisa mengandalkan pompa air untuk menyedot sisa-sisa air dari parit atau selokan. Namun, ketersediaan air yang sangat minim membuat penyedotan tidak bisa dilakukan setiap hari. Mereka harus bersabar menunggu selama tiga hari sekali agar air di parit terisi kembali sebelum dapat disedot ulang.

Baca Juga

Hasil Semifinal VNL 2026 Voli Putra, Polandia dan Amerika Serikat Lolos ke Babak Final

Hasil Semifinal VNL 2026 Voli Putra, Polandia dan Amerika Serikat Lolos ke Babak Final

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memproyeksikan bahwa musim kemarau tahun 2026 akan berlangsung lebih cepat, memiliki durasi yang lebih panjang, serta bersifat lebih kering jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologis selama 30 tahun terakhir. Fenomena El Ni帽o diperkirakan mulai aktif dengan intensitas lemah pada akhir April atau awal Mei 2026, lalu merangkak naik ke tingkat moderat pada triwulan ketiga tahun ini. Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan bahwa durasi kemarau tahun ini diperkirakan dapat mencapai 13 hingga 15 dasarian.

Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengklaim bahwa sekitar 100 hektare lahan pertanian di wilayah Kota Bandung secara umum masih berada dalam kondisi yang terkendali. Kendati demikian, kerawanan khusus tetap membayangi Gedebage. Pihak dinas mencatat ada sekitar lima hektare lahan di kawasan tersebut yang harus diawasi ketat, 10,5 hektare lahan dengan Hari Setelah Tanam (HST) yang mendesak membutuhkan pasokan air, serta satu hektare lahan yang telah mengalami kekeringan dengan kategori ringan. Puncak kemarau di Bandung sendiri diproyeksikan baru akan terjadi pada bulan September dan Oktober 2026. Untuk meminimalkan dampak buruk, Pemerintah Kota Bandung tengah mempersiapkan langkah mitigasi seperti penyediaan pompa air, pembangunan irigasi, dan pembuatan sumur dangkal di sekitar area persawahan.

Meskipun ada upaya mitigasi dari pemerintah, kondisi infrastruktur pertanian di Gedebage dinilai masih belum optimal. Jaringan irigasi tersier di kawasan ini belum berfungsi maksimal, sehingga wilayah ini kerap dilanda banjir saat musim hujan namun langsung dilanda kekeringan parah begitu musim kemarau tiba. Kritik tajam pun datang dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat. Aldi Maulana dari Divisi Disaster WALHI Jawa Barat menilai bahwa instrumen yang disiapkan pemerintah dalam menghadapi ancaman ekstrem sekelas Godzilla El Ni帽o ini masih bersifat primitif dan reaktif.

Baca Juga

Menag Sebut Penghimpunan Zakat Nasional 2025 Capai Rp44,6 Triliun

Menag Sebut Penghimpunan Zakat Nasional 2025 Capai Rp44,6 Triliun

Dampak kemarau ekstrem ini tidak hanya dirasakan di Kota Bandung. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat per Juli 2026 menunjukkan kekeringan juga meluas ke wilayah lain. Di Kabupaten Bekasi, krisis air mengancam lebih dari 13.985 jiwa yang tersebar di 39 titik di sembilan desa. Sementara di Kabupaten Majalengka, setidaknya 30 desa dilaporkan mengalami krisis air bersih, didampingi dengan ancaman gagal panen yang membayangi ribuan hektare lahan pertanian warga.

Guna mengatasi akar permasalahan ini secara jangka panjang, WALHI Jawa Barat mendesak pemerintah daerah untuk segera menyelaraskan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), serta Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH). Langkah konkret yang harus diambil adalah menghentikan pemberian izin pembangunan komersial di wilayah-wilayah yang berfungsi sebagai kawasan resapan air. Selain itu, WALHI juga mendorong pemerintah untuk segera menyediakan jaminan asuransi gagal panen (puso) bagi para petani kecil dengan mekanisme birokrasi yang mudah dan tidak berbelit-belit, demi melindungi hak atas pangan masyarakat.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BandungkekeringanEl NinopertanianGedebagegagal panen

Berita Terbaru Lainnya

Hasil Semifinal VNL 2026 Voli Putra, Polandia dan Amerika Serikat Lolos ke Babak FinalMenag Sebut Penghimpunan Zakat Nasional 2025 Capai Rp44,6 TriliunIslamic Travel Connect 2026, Travel Umrah dan Haji Tawarkan Paket Menarik serta Edukasi Masa TungguSabet Bed Set Hemat Cuma di Transmart Full Day Sale, Diskon Jutaan Rupiah MenantiSambut Bulan Kemerdekaan, Transmart Gelar Full Day Sale dengan Diskon JumboNelayan Jembrana Hilang di Perairan Medewi, Tim SAR Gabungan Kerahkan Drone ThermalLaga Uji Coba Pramusim, Real Madrid Ditahan Imbang Fiorentina 2-2 di AustriaPolda Metro Jaya Imbau Masyarakat Saring Informasi Terkait Pemasangan Pagar Besi di Sejumlah Mal

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap