Sektor pertanian di kawasan Gedebage, Kota Bandung, tengah menghadapi tekanan berat akibat musim kemarau tahun 2026 yang datang lebih awal. Para petani penggarap di wilayah tersebut harus menerima kenyataan pahit berupa kegagalan panen setelah lebih dari dua bulan berjuang di tengah keterbatasan air. Kondisi cuaca tahun ini dirasakan jauh lebih ekstrem dibandingkan periode-periode sebelumnya, memaksa para petani gigit jari menghadapi lahan yang mengering.
Salah satu petani yang terdampak langsung adalah Jajat. Ia harus merelakan sekitar satu hektare lahan perkebunan sayur yang digarapnya mengalami gagal panen total. Tanaman seperti tomat, kacang-kacangan, hingga jagung tidak lagi dapat diselamatkan. Kerugian ini terasa kian mencekik mengingat Jajat telah mengeluarkan biaya sewa atau penggarapan lahan sebesar Rp3 juta per tahun. Tak hanya perkebunan sayur, lahan persawahan seluas dua hektare yang dikelolanya juga kini tampak kering kerontang dan dipastikan gagal panen. Kemarau yang mulai terasa sejak April 2026 ini membuat pasokan air terputus hampir sepenuhnya.








