apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Usai Trump Ancam Gempur Iran Habis-habisan

Andi TobanDiterbitkan 31 Jul 2026 - 13.32 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Usai Trump Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas dan memicu guncangan hebat di pasar energi global. Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak tajam pada perdagangan hari Rabu, 29 Juli 2026. Kenaikan signifikan ini terjadi tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan ancaman keras untuk melancarkan serangan balasan secara besar-besaran terhadap Iran

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
. Langkah tersebut diambil menyusul serangan rudal yang diarahkan ke pos militer pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan internasional mengalami lonjakan sekitar 7 persen hingga menyentuh level US$ 89,94 per barel. Tren kenaikan yang hampir serupa juga terjadi pada komoditas minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat. Minyak mentah WTI tercatat menguat sekitar 6,9 persen dan kini diperdagangkan pada level US$ 84,69 per barel. Lonjakan tajam ini membalikkan situasi pasar yang sempat mereda pada awal pekan, di mana harga minyak sebelumnya sempat mengalami penurunan saat konflik di wilayah tersebut tampak mulai menunjukkan tanda-tanda de-eskalasi.

Pemicu utama dari memanasnya situasi ini adalah pernyataan tegas dari Donald Trump saat berbicara kepada media Fox News. Dalam kesempatan tersebut, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran dengan keras setelah Korps Garda Revolusi Islam meluncurkan rudal balistik ke pasukan AS. Trump menyatakan secara langsung, "Iran akan dihajar habis-habisan. Kita akan menyerang mereka dengan keras."

Baca Juga

Pabrik Alat Berat Listrik Pertama di Karawang Diharapkan Tekan Biaya Infrastruktur

Pabrik Alat Berat Listrik Pertama di Karawang Diharapkan Tekan Biaya Infrastruktur

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Axios, serangan rudal dari pihak Iran tersebut secara spesifik diarahkan untuk menghantam pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah Yordania. Kendati demikian, Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa serangan udara tersebut tidak sampai menimbulkan kerusakan fatal karena rudal-rudal yang diluncurkan berhasil dicegat dan dilumpuhkan sebelum mencapai target. Meskipun serangan tersebut berhasil digagalkan, insiden ini secara resmi mengakhiri jeda pertempuran singkat yang sempat terjadi sebelumnya dan langsung memicu kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar global.

Situasi keamanan di kawasan tersebut memang terus menunjukkan eskalasi dalam beberapa hari terakhir. Sebelum insiden rudal ini terjadi, pasukan militer gabungan dari Amerika Serikat dan Arab Saudi telah melancarkan serangan udara pada hari Selasa. Serangan gabungan tersebut menyasar beberapa lokasi yang diduga kuat menjadi pusat logistik dan penyimpanan senjata kelompok teroris di wilayah Irak bagian timur. Operasi militer pada hari Selasa itu sendiri merupakan tindakan balasan atas gelombang serangan pesawat tanpa awak atau drone yang terjadi selama tiga hari terakhir. Tercatat ada lebih dari 30 serangan drone yang diluncurkan oleh kelompok teroris yang beraliansi dengan Iran terhadap posisi pasukan sekutu.

Baca Juga

Calon Gubernur Bank Indonesia Tergantung Pilihan Presiden Prabowo

Calon Gubernur Bank Indonesia Tergantung Pilihan Presiden Prabowo

Kekhawatiran para pelaku pasar energi semakin diperparah oleh laporan mengenai aktivitas militer kelompok Houthi. Kelompok tersebut dikabarkan kembali mengarahkan serangannya ke berbagai fasilitas pemrosesan dan penyimpanan minyak milik Arab Saudi. Ancaman yang terus membayangi infrastruktur energi penting di Timur Tengah ini dinilai berpotensi mengganggu jalur distribusi minyak dunia secara keseluruhan.

Menanggapi situasi yang kian tidak menentu ini, penasihat industri eksekutif dari Xeneta, Bjorn Vang Jensen, memberikan analisisnya kepada CNBC. Ia memperingatkan bahwa eskalasi konflik yang berujung pada serangan langsung terhadap fasilitas produksi minyak, tempat penyimpanan, hingga infrastruktur pelabuhan utama dapat mengacaukan stabilitas pasokan energi global dari Timur Tengah. Jika infrastruktur vital tersebut mengalami kerusakan akibat konflik bersenjata, maka hambatan pasokan yang terjadi bisa mendorong harga minyak ke level yang jauh lebih tinggi dan memicu ketidakstabilan ekonomi di berbagai negara importir energi.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpIranekonomi globalharga minyakminyak mentahTimur Tengah

Berita Terbaru Lainnya

Bupati Malinau Minta Dukungan Menteri PU Percepat Pembangunan Jalan PerbatasanPelindo Regional 4 Gandeng Multipihak Perkuat Budaya Antisuap di PelabuhanPabrik Alat Berat Listrik Pertama di Karawang Diharapkan Tekan Biaya InfrastrukturCalon Gubernur Bank Indonesia Tergantung Pilihan Presiden PrabowoUMKM Kuliner Betawi di Jakarta Utara Andalkan Platform Digital untuk Perluas PasarKementerian Koperasi Dorong Peran Gen Z Lewat Koperasi Kreatif dan KDKMPKoperasi Setjen DPD RI Transformasikan Layanan ke Sistem DigitalOmoda O4 EV Resmi Buka Pemesanan di GIIAS 2026, Tawarkan Benefit Khusus Rp 50 Juta

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap